Berita Bangli

Dua Warga Desa Buahan Digigit Anjing Rabies, Dinas PKP Bangli Lakukan Vaksinasi dan Eliminasi Anjing

“Pasca kejadian, korban langsung mendapat penanganan dan vaksin. Sementara anjing liar itu segera diburu. Tim juga mengambil sample otaknya

Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
Tim Dinas PKP saat melakukan vaksinasi anjing di zona merah rabies 

TRIBUN-BALI,COM, BANGLI – Kasus gigitan anjing rabies di Bangli hingga kini masih terjadi.

Yang terbaru, kasus gigitan diketahui terjadi di Desa Buahan, Kecamatan Kintamani, Bangli.

Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Bangli, I Wayan Sarma saat dikonfirmasi Kamis (27/5/2021) membenarkan hal tersebut.

Ia mengungkapkan, kasus gigitan anjing dilaporkan pada hari Rabu, 26 Mei 2021.

Baca juga: Truk Muatan Besi 20 Ton Kecelakaan di Kintamani Bangli, Alvian Tewas Terhimpit Besi

Kasus tersebut terjadi di wilayah Desa Buahan, Kintamani dimana seekor anjing liar menggigit dua warga sekitar.

“Pasca kejadian, korban langsung mendapat penanganan dan vaksin. Sementara anjing liar itu segera diburu. Tim juga mengambil sample otaknya untuk dikirim ke BBVet (Balai Besar Veteriner) Denpasar,” ujar Sarma didampingi Kabid Keswan, Ni Nyoman Sri Rahayu.

Hasil sample keluar pada hari Kamis (27/5/2021), yang diketahui jika anjing liar tersebut positif rabies.

Tindak lanjutnya, pihak Dinas kini tengah melakukan koordinasi dengan pihak desa.

Rencananya pihak dinas akan melakukan vaksinasi serta eliminasi selektif dan tertarget, khususnya pada anjing lainnya yang sempat kontak dengan anjing liar itu.

Mengenai kasus gigitan anjing dengan posiitif rabies di Bangli, pihak Dinas PKP mencatat ada sembilan laporan dalam lima bulan terkahir.

Sebagian besar kasus gigitan anjing terjadi di wilayah Kecamatan Kintamani.

Mulai dari Desa Kintamani, Subaya, Pinggan, Batur Tengah, Catur, Binyan, Sukawana hingga Buahan.

Sedangkan satu desa lainnya terjadi di wilayah Kecamatan Susut, yakni Kayuambua, yang merupakan wilayah Desa Tiga.

“Untuk di Bulan Mei terjadi tiga kasus gigitan. Yakni di Kayuambua, Sukawana, dan Buahan. Astungkara dari kasus gigitan ini, tidak ada korban jiwa. Karena begitu digigit, warga sekitar segera melarikan korban ke pusat layanan kesehatan terdekat,” ucapnya.

Baca juga: Kasus Kematian akibat Covid-19 di Bangli Bertambah Tiga Orang

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved