Berita Denpasar

Desa Adat Padangsambian Denpasar Gelar Ngaben Massal, Sederhana Tetapi Tidak Mengurangi Makna

Desa Adat Padangsambian Denpasar, Bali, menggelar ngaben massal di setra Desa Adat Padangsambian

Tribun Bali/Putu Supartika
Prosesi ngaben massal Desa Adat Padangsambian yang digelar dengan menerapkan prokes ketat - Desa Adat Padangsambian Denpasar Gelar Ngaben Massal, Sederhana Tetapi Tidak Mengurangi Makna 

Setelah prosesi pembakaran, dilaksanakan murwa daksina dan dilanjutkan dengan nganyud ke pantai Kayu Aya.

“Kami sudah lapor ke Bendesa Krobokan dan Satgas Covid-19 Badung, dan mereka sudah siap membantu di pantai,” katanya.

“Pengabenan ini menggunakan sistem nyapuh dan puja dari sulinggih maupun pemangku. Prosesnya disederhanakan namun tidak mengurangi makna dan sesuai sastra,” imbuhnya.

Pelaksanaan ngaben massal sebenarnya digelar setiap lima tahun sekali.

Namun, jadwal pelaksanaan terakhir diundur selama setahun karena pandemi Covid-19.

Baca juga: Panca Mahabhuta dan Kaitannya dengan Upacara Ngaben

Setelah pelaksanaan ngaben, tanggal 22 Juli 2021 akan digelar upacara memukur.

Memukur diikuti oleh 241 puspa.

“Ini sudah membengkak, biasanya lima tahun 165 sampai 170 puspa, tapi sekarang sudah 241 puspa, kalau diundur lagi bisa sampai 300-an,” kata Jero Mangku Made Puja.

Tanggal 23 Juli 2021 dilanjutkan pelaksanaan metatah massal, dan pad tanggal 24 Juli akan digelar prosesi nyegara gunung dilanjutkan dengan ngelinggihang di merajan. (I Putu Supartika).

Kumpulan Artikel Denpasar

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved