Breaking News:

Corona di Bali

Kasus Naik Sejak Sepekan, Satgas Tabanan Gandeng Pecalang Lakukan Pengawasan Kegiatan Keagamaan

Masyarakat diharapkan hanya menjalankan upacara atau ritualnya saja dengan jumlah keluarga maksimal 15 orang. 

Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Tribun Bali/I Made Prasetia Aryawan
Plh Bupati Tabanan yang juga Sekda Tabanan, I Gede Susila 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Satgas Penanganan Covid-19 meminta seluruh masyarakat untuk mentaati aturan yang tertuang dalam Surat Edaran Bersama PHDI dan MDA tentang pembatasan pelaksanaan upacara panca yadnya dalam masa gering agung Covid-19 saat ini.

Salah satu poinnya adalah saat pelaksanaan manusa yadnya yakni menikah dilarang menggelar resepsi pernikahan.

Masyarakat diharapkan hanya menjalankan upacara atau ritualnya saja dengan jumlah keluarga maksimal 15 orang. 

Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Tabanan, I Gede Susila mengatakan, tujuan pembatasan tersebut untuk menekan angka dan mengurangi mobilitas penduduk selama masa pandemi Covid 19 ini.

Baca juga: Dua Titik Larangan Tanpa Pemandu Sudah Dipasang, Pendaki Gunung Sang Hyang Tabanan Kerap Tersesat

Terlebih saat ini Bali juga sedang menerapkan PPKM Level 4 hingga 16 Agustus mendatang. 

Sehingga, kata dia, seluruh masyarakat Tabanan diharapkan untuk wajib melaksanakan atau menerapkan aturan sebagaimana tertuang dalam Surat Edaran Bersama PHDI dan MDA Bali tersebut.

Pihaknya menegaskan tidak melarang pelaksanaan kegiatan keagamaan, namun lebih ke pembatasan jumlah atau warga yang terlibat dalam kegiatan tersebut. 

"Ya wajib dilaksanakan di Tabanan dan jadikan pedoman bagi masyarakat yang melaksanakan kegiatan keagamaan," kata pria yang juga Sekda Tabanan ini saat dikonfirmasi, Selasa 10 Agustus 2021. 

Baca juga: Minggu Ini Cair, Hanya Pekerja di Tabanan dan Karangasem Tak Dapat Subsidi Gaji Rp 1 Juta

Pria asal Sekartaji Tabanan ini melanjutkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak Majelis Desa Adat Kabupaten untuk selanjutnya dikoordinasikan ke Majelis Madya dan desa adat.

Pihaknya menegaskan, desa adat diminta untuk mensosialisasikan ke seluruh warga di Tabanan untuk ditaati. 

"Kami harapkan majelis madia agar mengkomunikasikan dengan desa adat agar aturan tersebut ditaati. Kemudian Satgas akan melakukan pengawasan menyeluruh nantinya bersama dengan para pecalang yang ada," tegasnya. 

Baca juga: TPA Mandung Tabanan Overload, Perluasan Lahan Terbentur Minimnya Anggaran 

Mantan Kepala Dinas Pendidikan Tabanan ini mengimbau, meskipun secara umum tak ada sanksi yang diberlalukan dalam pembatasan tersebut, seluruh masyarakat diminta untuk menumbuhkan kesadaran bersama demi keamanan bersama.

Mengingat saat ini kasus positif Covid-19 di Tabanan mengalami peningkatan sejak sepekan lalu. 

"Walaupun tidak ada sanksi, nah sekarang kita harapkan kesadaran masyarakat untuk dilaksanakan demi keamanan dan ikut menjaga agar upacara keagamaan tidak menjadi klaster baru penyebaran Covid 19 ini. Mari kita bersama-sama untuk mengikuti aturan dan menerapkan prokes dengan baik," tandasnya. (*)

Berita lainnya di Berita Tabanan

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved