Breaking News:

Berita Tabanan

16 Peserta Tak Hadir Seleksi PPPK Guru Tahap 2 di Tabanan, Masih Tersisa 1.034 Formasi PPPK Guru

Sebanyak 1.034 formasi PPPK Guru masih tersedia dalam seleksi atau rekrutmen PPPK Guru tahun 2021 tahap II.

Dinas Pendidikan Tabanan
Dinas Pendidikan Tabanan saat meninjau pelaksanaan seleksi PPPK tahap II di Tabanan, Selasa 7 Desember 2021. 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Sebanyak 1.034 formasi PPPK Guru masih tersedia dalam seleksi atau rekrutmen PPPK Guru tahun 2021 tahap II.

Seluruh pelamar yang sebelumnya tak lulus di tahap I akan menjalani seleksi kompetensi pada rentang waktu 6-10 Desember 2021 mendatang.

Total ada 886 peserta yang berhak mengikuti seleksi tahap 2 ini. Kabupaten Tabanan mendapat jadwal seleksi mulai 7-9 Desember mendatang.

Namun, seleksi di hari pertama Selasa 7 Desember 2021, total ada 16 orang peserta yang tidak hadir karena berbagai alasan. Namun diharapkan seluruh peserta bisa lulus dalam seleksi ini. 

Menurut data yang berhasil diperoleh dari Dinas Pendidikan Tabanan, totl ada 16 orang yang tidak hadir atau tidak mengikuti seleksi hari pertama PPPK 2021 tahap 2 Selasa 7 Desember 2021.

Baca juga: Mengerikan dan Tak Berperasaan, Bos Hipotek Pecat Massal 900 Karyawan dalam Satu Panggilan Zoom

Baca juga: Live Streaming Persib vs Persebaya, Laga Panas BRI Liga 1 di Pekan 16

Baca juga: Gadaikan Motor Pinjaman untuk Sewa PSK, Putu Sugiarta Dibekuk Polsek Mengwi

Pelamar yang tidak hadir tersebut dengan berbagai alasan, mulai dari tanpa alasan, mengundurkan diri, hingga ada peserta yang sedang melahirkan.

Untuk peserta yang tidak hadir tersebut masih memiliki kesempatan tes susulan pada 12 Desember 2021 mendatang.

Namun jika memang tidak mengikuti terpaksa harus mengikuti seleksi tahun depan. 

"Kita di Tabanan mendapat jadwal mulai 7-9 Desember ini. Dan fi hari pertama kemarin (Selasa) ada 16 orang oelamar yang tak hadir dengan berbagai alasan. Tapi kami kemarin sudag upayakan untuk menghubungi mereka. Karena kami sangat ingin sekali seluruh pelamar bisa lulus dan menjadi tenaga PPPK di Tabanan. Tapi untuk mereka yang tidak hadir ini akan berhak mengikuti tes susulan pada 12 Desember 2021 nanti," ungkap Kepala Dinas Pendidikan Tabanan, I Gusti Ngurah Putu Darma Utama saat dikonfirmasi, Rabu 8 Desember 2021. 

Dia melanjutkan, sejauh ini pelaksanaan tes atau seleksi PPPK tahap 2 yang diselenggarakan di SMAN 1 Tabanan dan SMKN 1 Tabanan ini sudah berjalan dengan lancar tanpa kendala.

Sebab, pada sebelumnya, seluruh informasi serta dokumen yang menjadi persyaratan tes sudah diumumkan. Bahkan, pihaknya di Dinas Pendidikan menyiapkan Layanan Informasi khusus untuk PPPK.

Layanan ini bertujuan untuk memudahkan komunikasi antara petugas dengan para guru terkait segala hal seperti administrasi dan juga hal yang berkaitan dengan rekrutmen tersebut.

Terpenting adalah untuk menampung segala aspirasi atau keluhan yang disampaikan agar memiliki wadah khusus dan memperoleh solusi.

Ini akan membantu para peserta memecahkan persoalan mengenai proses administrasi dan semua hal yang berkait terkait rekrutmen PPPK 2021. 

Baca juga: Persib Vs Persebaya, Gaya Bermain Bajul Ijo adalah Gaya Pangeran Biru Sebelum Bareng Robert Alberts

Baca juga: GELEGAR Suara Petir di Gunung Semeru Sebelum Presiden Jokowi Tiba di Lumajang

"Saya rasa untuk informasi sudah gencar kami lakukan. Mulai dari grup WA di sekolah masing-masing dan juga layanan online kami yang membantu memberikan informasi. Tapi mungkin karena kendala masing-masing, akhirnya mereka tidak hadir," ungkapnya. 

Meskipun begitu, kata dia, untuk pelamar yang masih berjuang dan akan mengikuti tes seleksi tahap 2 ini diharapkan seluruhnya lulus dab dapat diangkat menjadi pegawai pemerintah yang setara dengan Pegawai Negeri Sipil (PNS) ini.

Sebab, peluang untuk menjadi ASN di Tabanan khusus formasi guru ini sangat besar. Hal itu jika dilihat dari jumlah formasi yang tersedia dan berapa jumlah pelamar. 

"Kami harapkan sekali semua peserta yang ikut bisa lulus. Sehingga selain bisa menjadi bagian dari ASN, juga untuk menutupi kekurangan guru yang terjadi di Tabanan," harapnya. 

Untuk diketahui, sebelumnya Dinas Pendidikan menyiapkan Layanan Informasi khusus untuk PPPK.

Layanan ini bertujuan untuk memudahkan komunikasi antara petugas dengan para guru terkait segala hal seperti administrasi dan juga hal yang berkaitan dengan rekrutmen tersebut.

Terpenting adalah untuk menampung segala aspirasi atau keluhan yang disampaikan agar memiliki wadah khusus dan memperoleh solusi.

Ini akan membantu para peserta memecahkan persoalan mengenai proses administrasi dan semua hal yang berkait terkait rekrutmen PPPK 2021.

Menurut data yang diperoleh dari Dinas Pendidikan Tabanan, pada tahap I ada beberapa formasi yang justru masih banyak belum terisi. Diantaranya, guru Mata Pelajaran (Mapel) Penjaskes di jenjang SD dan SMP karena jumlah yang tidak lulus banyak.

Kemudian, mapel TIK disebabkan karena lulusan yang memang sedikit di sekolah. Terakhir adalah Mata Pelajaran Bimbingan Konseling (BK) karena memang lulusan yang sedikit. Kondisi ini justru berbanding terbalik dengan formasi Mapel Agama Hindu. Jumlah formasi yang sedikit justru pelamar yang sangat banyak mengingat dalam satu sekolah hanya memerlukan satu orang. 

Kemudian, pelaksanaan tes atau seleksi pada rentang waktu 6-10 Desember 2021.

Baca juga: Update Dugaan Korupsi Dana LPD Serangan, Kejari Denpasar Panggil Sejumlah Saksi

Baca juga: Pembangunan Kepariwisataan Melalui Pengembangan Desa Wisata untuk Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi

Dan pelaksanan seleksi dilaksanakan di dua sekolah yang memenuhi yakni SMAN 1 Tabanan dan juga SMKN 1 Tabanan.

Terakhir, untuk pengumumannya dilaksanakan pada 30 Desember mendatang.

Selanjutnya, mengenai syarat pendaftaran adalah semua pelamar yang suday mendaftar di seleksi PPPK Guru 2021 ini.

Pelamar (Guru) yang tidak lolos di tahap pertama, guru swasta yang masuk dalam Dapodik, kemudian Guru Umum yang tidak masuk Dapodik namun memiliki Sertifikat Pendidik (Serdik).

Untuk diketahui, jumlah peserta yang ikut seleksi di tahap II sebanyak 866 orang dengan pembagian jadwal selama 3 hari.

Rinciannya, pada Selasa, 7 Desember 2021 sebanyak 360 orang, pada Rabu, 8 Desember 2021 sebanyak 360 orang, dan pada Kamis, 9 Desember 2021 sebanyak 166 orang. 

Beberapa syarat yang harus dipenuhi adalah Pelaksanaan Seleksi wajib dilaksanakan dengan protokol kesehatan secara ketat antara lain melakukan rapid tes dengan hasil non reaktif/ negatif yang dilakukan maksimal satu hari sebelum mengikuti Seleksi Kompetensi.

Kemudian, pelaksanaan rapid test antigen akan difasilitasi oleh Dinas Kesehatan bertempat di SMP 1 TABANAN dari tgl 6 -8 yang telah dibagi sesuai jadwal seleksi.

Menggunakan masker 3 lapis (3 -ply) dan ditambah masker kain di bagian luar (double masker), Menjaga jarak (physical distancing ) minimal 1 (satu) meter hingga Mencuci tangan dengan sabun/hand sanitizer.

Selanjutnya, bagi peserta yang hadir ke lokasi TUK tanpa membawa dokumen asli bukti rapid test dengan hasil non reaktif/negatif akan dipindahkan ke sesi susulan.

Baca juga: CARA Mengecek Penerima Bansos BSU, BLT Rp 1 Juta, Cair Desember 2021

Baca juga: Dinas Perizinan Gianyar Akui Kecolongan Soal Hotel Mepet Pura di Ubud

Kemudian, bagi peserta yang hadir terlambat lebih 15 mnt di lokasi atau lebih dari pukul 07.15 waktu setempat pada sesi 1 dan pukul 13.15 waktu setempat pada sesi ke 2 tidak dapat mengikuti ujian seleksi kompetensi tahap 2.

Kemudian, bagi peserta yang tidak hadir ke lokasi TUK pada sesi yang ditentukan karena alasan kesehatan (rapid test reaktif, Positif Covid 19/Sakit/Melahirkan) atau karena alasan Kasus Khusus/Keadaan Kahar (Kondisi Geografis, Transportasi, Bencana Alam, dan lainnya) wajib menyampaikan laporan tertulis kepada Penanggung jawab lokasi TUK dengan menyertakan alasan dan bukti. 

Selanjutnya Pengawas utama dan/atau Penanggungjawab lokasi memberikan rekomendasi untuk menentukan apakah peserta dapat mengikuti sesi susulan.

Proktor utama memasukkan data peserta yang melapor tersebut ke laman CAT-UNBK beserta dokumen pendukung dan rekomendasinya. Sesi susulan akan dilaksanakan pada hari Minggu tanggal 12 Desember 2021.

Terakhir, pengumuman jadwal dan TUK sesi susulan dapat dilihat melalui laman https://gurupppk.kemdikbud.go.id satu hari sebelum pelaksanaan (Sabtu tanggal 11 Desember 2021).

Peserta yang mengikuti sesi susulan tersebut wajib mengikuti prosedur yang sama dengan sesi reguler.

Peserta yang tidak dapat hadir pada sesi susulan, baik karena masih dalam kondisi terpapar Covid atau alasan lain dinyatakan tidak mengikuti seleksi tahap 2.

Selain itu peserta agar selalu memantau perkembangan informasi pada laman https://gurupppk.kemdikbud.go.id.

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved