Breaking News:

Berita Buleleng

Jelang tahun Baru, Hunian Hotel di Buleleng Baru 40 Persen

Hal ini salah satunya disebabkan lantaran Pemprov Bali mengeluarkan surat edaran yang tidak memperbolehkan hotel mengadakan atraksi kesenian.

Ratu Ayu Astri Desiani
Ketua PHRI Buleleng, Dewa Ketut Suardipa 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Tingkat hunian hotel jelang tahun baru di Buleleng saat ini baru mencapai 40 persen.

Hal ini salah satunya disebabkan lantaran Pemprov Bali mengeluarkan surat edaran yang tidak memperbolehkan hotel mengadakan atraksi kesenian.

Hal ini lantas membuat para wisatawan enggan untuk datang ke Buleleng.

Ketua PHRI Buleleng, Dewa Ketut Suardipa mengatakan, bila dibandingkan saat 2020 lalu, tingkat hunian hotel di Buleleng jelang tahun baru bisa mencapai 50 hingga 80 persen. Sementara saat 2021, tingkat huniannya justru menurun mencapai 30 hingga 40 persen.

"Buleleng ini memang luas, punya potensi dan daya tarik yang berbeda-beda. Kalau di wilayah barat (Pemuteran,red) ada satu atau dua hotel yang tingkat huniannya mencapai 100 persen, karena disana ada Pulau Menjangan.

Sementara di wilayah Timur, tingkat huniannya ada yang masih 0 hingga 20 persen. Kalau dihitung secara keseluruhan tingkat hunian kita baru 30 hingga 40 persen," jelasnya.

Baca juga: Miris, IRT Nekat Curi Susu Kaleng di Denpasar, Korban Alami Kerugian hingga Rp 95,2 Juta

Baca juga: Dua Truk Alami Out of Control, Escavator dan Truk Pasri Terperosok

Baca juga: KISAH Kadek Agung Dulu Bermain di Lapangan Desa,Bela Bali United hingga Jadi Pemain Timnas Indonesia

Sepinya hunian hotel ini ungkap Suardipa diakibatkan lantaran Pemprov Bali mengeluarkan Surat Edaran terkait pembatasan jam operasional hingga pukul 22.00 wita, serta larangan mengadakan kegiatan pesta kembang api dan musik, yang sejatinya kegiatan itu dapat menarik wisatawan.

Suardipa tidak memungkiri, jumlah wisatawan domestik mulai banyak berkunjung ke Bali. Namun sebagian besar memutuskan untuk berlibur di wilayah Denpasar dan Badung. Sebab, dua wilayah itu memiliki tempat hiburan yang dapat menarik minat wisatawan domestik, salah satunya mall dan bioskop.

"Wisatawan domestik itu kan lebih cenderung suka shoping. Mal-mal kan adanya di Denpasar dan Badung, sehingga tidak heran kalau dua wilayah itu sekarang ramai di kunjungi wisatawan domestik. Sementara Buleleng, pangsa pasarnya memang wisatawan Eropa, sementara wisatawan Eropa saat ini belum bisa masuk ke Indonesia," jelasnya.

Untuk itu, Suardipa berharap pemerintah dapat memberikan kelonggaran saat perayaan tahun baru. Terlebih hotel-hotel yang ada di Buleleng saat ini sudah menerapkan aplikasi PeduliLindungi, dan mengantongi sertifikat CHSE. "Nanti akan ada rapat membahas tentang hal ini bersama Pemprov Bali. Kami berharap ada kelonggaran lah, mengingat tahun baru ini momentum hotel dan restoran untuk panen," tutupnya. (rtu)

Berita Buleleng Lainnya

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved