Tabrakan Maut Baturiti

TABRAKAN MAUT BATURITI, Korban dan Perusahaan Sepakat Damai, SOPIR BEBAS!

Kasus tabrakan maut di Desa Pacung, Baturiti, berakhir damai. Sopir pun akhirnya akan segera dibebaskan. Setelah sebelumnya ditetapkan tersangka.

Tribun Bali/Made Ardhiangga Ismayana
Kasus tabrakan maut bus pariwisata yang terjadi di Desa Pacung, Baturiti, Tabanan, Bali berakhir damai.  Kejadian kecelakaan beruntun, yang menyeret Agus Supriyanto. Sopir 30 tahun, asal Sidoarjo, Jawa Timur, membuatnya menjadi tersangka utama. Apalagi setelah Wayan Wandani, menjadi korban meninggal dunia.  Namun akhirnya sopir bus pariwisata dalam kecelakaan itu pun, sebentar lagi akan dibebaskan. 

TRIBUN-BALI.COM- Kasus tabrakan maut bus pariwisata yang terjadi di Desa Pacung, Baturiti, Tabanan, Bali berakhir damai

Kejadian kecelakaan beruntun, yang menyeret Agus Supriyanto.

Sopir 30 tahun, asal Sidoarjo, Jawa Timur, membuatnya menjadi tersangka utama.

Apalagi setelah Wayan Wandani, menjadi korban meninggal dunia

Namun akhirnya sopir bus pariwisata dalam kecelakaan itu pun, sebentar lagi akan dibebaskan.

Baca juga: TABRAKAN Maut BATURITI, Jasa Raharja Telah Serahkan Santunan Mendiang Wayan Wandani Rp 50 Juta

Baca juga: TABRAKAN Maut BATURITI, DESA Adat PACUNG Bakal Upacara LABUH GENTUH

Kasus tabrakan maut yang terjadi di Desa Pacung, Baturiti, Tabanan, Bali berakhir damai. 

Kejadian kecelakaan beruntun, yang menyeret Agus Supriyanto.

Sopir 30 tahun, asal Sidoarjo, Jawa Timur, membuatnya menjadi tersangka utama.

Apalagi setelah Wayan Wandani, menjadi korban meninggal dunia. 

Namun akhirnya sopir dalam kecelakaan itu pun, sebentar lagi akan dibebaskan.
Kasus tabrakan maut yang terjadi di Desa Pacung, Baturiti, Tabanan, Bali berakhir damai.  Kejadian kecelakaan beruntun, yang menyeret Agus Supriyanto. Sopir 30 tahun, asal Sidoarjo, Jawa Timur, membuatnya menjadi tersangka utama. Apalagi setelah Wayan Wandani, menjadi korban meninggal dunia.  Namun akhirnya sopir dalam kecelakaan itu pun, sebentar lagi akan dibebaskan. (Angga TB)

 

Menyusul dengan adanya perjanjian damai, antara keluarga korban meninggal dunia, Ni Wayan Wandani dan perusahaan bus.

Damai bukan hanya dengan keluarga korban meninggal dunia, Wayan Wandani.

Namun juga dengan korban luka ringan dan berat, termasuk Warga Negara Asing (WNA).

Dan juga korban kerusakan mobil, serta juga bendesa dan krama adat pura yang rusak di Banjar Pacung.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved