Berita Klungkung

KISAH HEROIK! Guru Asuh Turun ke Dasar Jurang Padahal Miliki Riwayat Gangguan Jantung

Gede Wiriana menghela nafas sejenak, dan tidak menyangka jika dirinya harus ikut turun ke dasar jurang sedalam 40 meter itu, untuk menyelamatkan siswa

Eka Mita
Evakuasi siswa di Klungkung di dasar jurang sedalam 40 meter melibatkan guru asuh. Gede Wiriana menghela nafas sejenak, dan tidak menyangka jika dirinya harus ikut turun ke dasar jurang sedalam 40 meter itu, untuk menyelamatkan siswa asuhnya. 

Gede Wiriana mengakui, jika awalnya ia takut saat diminta ikut turun ke dasar jurang sedalam 40 meter itu.

Apalagi dirinya memiliki riwayat gangguan jantung.

Baca juga: NGAKU Diajak Pria dan Wanita, Akhirnya Siswa di Dasar Jurang Berhasil Dievakuasi

Baca juga: BREAKINGNEWS! Siswa Terjebak di Jurang Sedalam 25 Meter Evakuasi Libatkan Guru Asuh

Gede Wiriana menghela nafas sejenak, dan tidak menyangka jika dirinya harus ikut turun ke dasar jurang sedalam 40 meter itu, untuk menyelamatkan siswa asuhnya.
Gede Wiriana menghela nafas sejenak, dan tidak menyangka jika dirinya harus ikut turun ke dasar jurang sedalam 40 meter itu, untuk menyelamatkan siswa asuhnya. (Eka Mita)

Namun rasa tanggung jawab sebagai seorang guru asuh, membuat dirinya berani dan yakin untuk turun ke dasar jurang sedalam 40 meter itu.

"Ini juga tanggung jawab saya.

Saya lah orang tuanya selama CLS bersekolah di sini (Klungkung).

Saya harus berani," tegasnya. 

Ketika dipakaikan alat pengaman, raut wajah Gede Wiriana sempat tegang.

Ia juga sempat berdoa dan tekad besar untuk bisa menolong anak asuhnya tersebut membuat rasa takutnya hilang.

"Saat turun tidak ada kesulitan bearti, karena saya juga didampingi oleh seorang tim Basarnas Bali," jelasnya.

Keberaniannya tidak sia-sia.

Gede Wiriana akhirnya berhasil membujuk CLS, sehingga berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat.

"Ini pengalaman sangat berharga bagi saya.

Tadi saat proses evakuasi, justru yang agak sulit saat kembali naik ke atas," jelasnya.

Dengan rendah hari, Gede Wiriana memohon maaf ke semua pihak yang ikut dalam proses evakuasi.

Karena siswanya lepas dari pengawasan pihak sekolah, dan terjadi peristiwa tersebut. (*)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved