Berita Bangli

15 Pasang Pengantin Nganten Bareng-bareng, Tradisi Turun Temurun Desa Adat Pengotan Bangli

Tradisi nikah massal Desa Adat Pengotan, atau yang umum disebut Nganten Bareng-bareng kembali digelar, Jumat (23/9/2022)

Istimewa
Keterangan foto:/ist Pelaksanaan Nganten Bareng-bareng di Desa Adat Pengotan, Bangli. Jumat (23/9/2022) 

 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Tradisi nikah massal Desa Adat Pengotan, atau yang umum disebut Nganten Bareng-bareng kembali digelar, Jumat (23/9/2022).

Tradisi yang telah berlangsung secara turun-temurun tersebut, kali ini diikuti oleh belasan pasang. 


Bendesa Adat Pengotan, I Wayan Kencu mengungkapkan tradisi Nganten Bareng-bareng dilaksanakan setiap sasih kapat atau kadasa sesuai kalender Bali.

Waktu pelaksanaannya ditentukan oleh peduluan desa adat berdasarkan hari baiknya.


"Yang hendak menikah terlebih dahulu menyampaikan ke prajuru adat di masing-masing banjar.

Selanjutnya, prajuru adat dari delapan banjar di Desa Adat Pengotan melakukan pertemuan untuk membahas jumlah peserta Nganten Bareng-bareng.

Baca juga: Destinasi Wisata Bali, Patung Budha Tidur di Vihara Dharma Giri Tabanan

Apabila pada waktu pelaksanaan nikah masal krama yang memohon jumlahnya tergolong sedikit, maka tidak akan dilayani.

Sebab peserta nikah masal memiliki jumlah minimal 10 pasangan pengantin, dan tidak dibatasi jumlah maksimal," jelasnya.


Untuk pelaksanaannya saat ini, peserta Nganten Bareng-bareng jumlahnya sebanyak 15 pasang.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved