Berita Klungkung

Penyelidikan Dugaan Kasus Ijazah Palsu Anggota Dewan Klungkung, Saksi Kunci Masih Berada di Dubai

Satuan Reskrim Polres Klungkung belum bisa menghadirkan saksi berinisial Luh Putu S yang saat ini berada di Dubai. Hal ini terkait dugaan izajah palsu

Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Kasat Reskrim Polres Klungkung Iptu Agung Wiratama - Penyelidikan Dugaan Kasus Ijazah Palsu Anggota Dewan Klungkung, Saksi Kunci Masih Berada di Dubai 

TRIBUN-BALI.COM, KLUNGKUNG - Kendala sempat dialami Sat Reskrim Polres Klungkung, dalam mengungkap kasus dugaan ijazah palsu anggota dewan.

Meskipun demikian, pihak kepolisian tidak berhenti mengumpulkan bukti-bukti untuk mengungkap kasus dengan terlapor oknum anggota dewan berinisial I Nyoman MJ. 


Kasat Reskrim Polres Klungkung, Iptu Arung Wiratama tidak memungkiri, ada beberapa kendala dalam penyelidikan kasus tersebut.

Misalnya Satuan Reskrim Polres Klungkung belum bisa menghadirkan saksi berinisial Luh Putu S yang saat ini berada di Dubai.

Baca juga: Sopir DLHP Klungkung, Bali Antre 2 Jam Untuk Isi BBM di SPBU, Pengakutan Sampah Sempat Terhambat


Padahal Luh Putu S bisa menjadi saksi kunci dalam pengungkapan kasus ini, karena ia selaku operator sistem dari partai yang bertugas mengunggah berkas data caleg ke SILON (Sistem Informasi Pencalonan) KPU pada Pileg 2019 lalu.


"Saksi (Luh Putu S) belum bisa kami mintai keterangan karena berada di luar negeri," ujar Arung Wiratama, Minggu (11/12/2022).


Serta penyelidik sampai saat ini belum bisa menemukan bukti fisik ijazah yang diduga palsu, yang digunakan oleh oknum anggota DPRD Kabupaten Klungkung untuk mendaftarkan diri sebagai bakal calon anggota DPRD di Kantor KPUD Kabupaten Klungkung.

Baca juga: Sopir DLHP Klungkung, Bali Antre 2 Jam Untuk Isi BBM di SPBU, Pengakutan Sampah Sempat Terhambat

Padahal berkas ijazah yang diupload di SILON dan disetorkan ke Kantor KPUD Klungkung, merupakan ijazah dengan nomor dan nama orang tua yang berbeda.


"Jumlah saksi sampai sejauh ini yang sudah dimintai keterangannya terkait kasus ini berjumlah 11 orang, termasuk terlapor," jelas Arung.


Penyelidik sejauh ini juga telah berkoordinasi dengan berbagai intansi untuk mengungkap kasus ini, mulai dari SMA N 1 Semarapura untuk mengecek keabsahan ijazah terlapor.

Baca juga: KPU Klungkung Rancang Pergeseran Kursi Aggota Dewan, Jatah Kursi Kecamatan Banjarangkan Berkurang

Termasuk ke Dinas Pendidikan Provinsi Bali dan Dinas Pendidikan Klungkung, KPU Klungkung dan KPU Bali, serta mengirim surat ke KPU RI untuk dapat membuka kembali sistem informasi pencalonan (SILON) pada saat pendaftaran pencalonan sebagai Anggota DPRD kabupaten klungkung periode 2019 s/d 2024.


"Penyelidik telah berkirim surat ke Polda Bali dan Bareskrim Polri untuk memohon perkembangan laporan, karena pada tahun 2020 kakus ini pernah juga dilaporkan di Polda Bali. Bahkan pada tahun 2021, kasus ini dilaporkan di Bareskrim Polri," ungkap Arung Wiratama.


Terakhir kepolisian telah memanggil dan meminta keterangan tambahan mantan Ketua KPU Klungkung, I Made Kariada, Rabu (7/12/2022) lalu.

Ada beberapa hal yang ditanyakan oleh penyidik mulai dari mekanisme proses pencalonan legislatif, proses verifikasi administrasi, serta syarat pencalonan saat Pileg 2019 lalu.

Baca juga: Pemkab Klungkung Bentuk BRIDA, Dewan Nilai Bebani APBD

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved