Berita Bali

Duka Lara Keluarga Ketut Pasek, Korban Tabrak Lari Sekaligus Perampokan di Denpasar Bali

Tribun Bali mencoba menemui keluarga korban, di rumah duka yang beralamat di Jalan Raya Sesetan tersebut. Duka mendalam dirasakan keluarga korban.

Penulis: Putu Honey Dharma Putri W | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
Honey/Tribun Bali
Dijumpai pula ayahanda dari korban yakni I Ketut Arta Gunawan (56), pria tersebut nampak sangat terpukul atas kepergian anak laki-lakinya. 

Perhatian sekali. Saya berpesan sama dia untuk bangunkan saya dan ibunya jam 1 untuk ke pasar.

Tapi ia mengatakan saya harus hidupin sendiri alram biar bangun.

Katanya siapa tau dia gak sempat bangunin,” tuturnya.

Putu Sumantra mengaku, keluarga besarnya sudah mengikhlaskan sang penabrak adiknya tersebut.

“Kami sudah ikhlaskan. Jika dia mau mengaku ke sini ya kami terima juga. Karena apapun juga adik saya gak bisa kembali,” katanya.

Namun mirisnya, Putu Sumantra menjelaskan bahwa dalam kejadian kecelakaan tersebut ternyata terdapat seorang tak dikenal yang mengaku-ngaku menjadi kerabat adiknya.

“Ketika kami dengar keterangan dari salah satu anggota BPBD, ada seorang pria yang mengaku-ngaku menjadi kerabat kami,” terangnya.

Dijumpai pula ayahanda dari korban yakni I Ketut Arta Gunawan (56), pria tersebut nampak sangat terpukul atas kepergian anak laki-lakinya.
Dijumpai pula ayahanda dari korban yakni I Ketut Arta Gunawan (56), pria tersebut nampak sangat terpukul atas kepergian anak laki-lakinya. (Honey/Tribun Bali)

Pria tak dikenal tersebut saat di TKP, dikatakan mengambil uang yang berada di dompet mendiang Ketut Pasek.

Tak hanya itu handphone milik korban pun dikatakan hingga kini masih belum dikembalikan.

“Yang kami keluarga tak terima, pria tak dikenal tersebut sudah ngaku-ngaku jadi kerabat kami kepada petugas,

Bukannya menolong malah mengambil handphone adik saya, dan uang di dalam dompet adik saya, dompetnya ditaruh lagi sama dia,” jelasnya sambil berkaca-kaca.

Keluarga pun sudah mencoba berulang kali menghubungi handphone korban, agar pria tak dikenal tersebut mau mengembalikanya, namun nihil yang mereka dapatkan.

“Kami terus coba hubungi, sempat aktif WAnya, berdering saat ditelepon, tapi sekarang sudah memanggil dan nomer sudah tidak aktif,” tambahnya.

Mereka sangat berharap orang tak dikenal tersebut dapat tergerak hatinya untuk mengembalikan handphone korban.

Kini keluarga pun hanya bisa saling mengutkan diri dan mengiklaskan kepergian korban.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved