Berita Buleleng

Pedagang Jajan Banten Ditemukan Tewas di Pasar Seririt Buleleng

Seorang pedagang jajan untuk sarana banten, ditemukan tewas tergeletak di samping lapaknya, di Pasar Seririt pada Senin (6/3/2023).

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
Tribun Bali/Prima
Ilustrasi mayat - Seorang pedagang jajan untuk sarana banten, ditemukan tewas tergeletak di samping lapaknya, di Pasar Seririt pada Senin (6/3/2023). Wanita bernama Luh Swini (76) asal Lingkungan Karang Sari, Kecamatan Seririt, Buleleng itu diduga tewas akibat mengalami sakit jantung, asam lambung akut, hingga diabetes yang diderita sejak lama.  

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Seorang pedagang jajan untuk sarana banten, ditemukan tewas tergeletak di samping lapaknya, di Pasar Seririt pada Senin (6/3/2023).

Wanita bernama Luh Swini (76) asal Lingkungan Karang Sari, Kecamatan Seririt, Buleleng itu diduga tewas akibat mengalami sakit jantung, asam lambung akut, hingga diabetes yang diderita sejak lama. 

Kapolsek Seririt, Kompol Made Swandra mengatakan, tewasnya Luh Swini pertama kali diketahui oleh seorang tukang ojek, yang melihat korban sudah dalam posisi tergeletak di samping lapaknya.

Temuannya ini lantas diinformasikan kepada menantu korban bernama Herlina Ekawati Syahputri (29). 

Baca juga: Dugaan Korupsi Dana Hibah Pemilu Badung 2020, Penyidik Kejari Badung Periksa Delapan Saksi

Baca juga: Warga Kaliakah Jembrana Meninggal Dunia Usai Digigit Anjing Tiga Bulan Lalu, Simak Beritanya 

Ilustrasi mayat - Seorang pedagang jajan untuk sarana banten, ditemukan tewas tergeletak di samping lapaknya, di Pasar Seririt pada Senin (6/3/2023).

Wanita bernama Luh Swini (76) asal Lingkungan Karang Sari, Kecamatan Seririt, Buleleng itu diduga tewas akibat mengalami sakit jantung, asam lambung akut, hingga diabetes yang diderita sejak lama. 
Ilustrasi mayat - Seorang pedagang jajan untuk sarana banten, ditemukan tewas tergeletak di samping lapaknya, di Pasar Seririt pada Senin (6/3/2023). Wanita bernama Luh Swini (76) asal Lingkungan Karang Sari, Kecamatan Seririt, Buleleng itu diduga tewas akibat mengalami sakit jantung, asam lambung akut, hingga diabetes yang diderita sejak lama.  (Tribun Bali/Prima)

Mendapat informasi tersebut, Herlina pun bergegas menuju ke Pasar Seririt.

Saat dilakukan pengecekan, wanita malang tersebut rupanya sudah tidak bernafas alias meninggal dunia.

Kejadian ini lantas dilaporkan oleh pihak pengurus pasar ke Mapolsek Seririt. 

"Dari keterangan keluarganya, korban pergi ke Pasar Seririt sekitar pukul 04.30 Wita untuk berjualan.

Kemudian sekitar pukul 05.00 Wita, korban dikabarkan pingsan di dekat lapaknya berjualan.

Lalu saat dicek oleh keluarganya, korban ternyata sudah meninggal dunia." terang Kompol Swandra. 

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.

Wanita malang itu diperkirakan tewas lebih dari dua jam sebelum pemeriksaan.

Sementara terkait penyebab kematiannya, diduga akibat penyakit komplikasi yang sudah lama diderita.

Sebab menurut keterangan keluarganya, korban memang memiliki riwayat sakit jantung kronis, asam lambung akut serta diabetes melitus. 

Jenazah Luh Swini kini telah disemayamkan di rumah duka. Pihak keluarga menolak untuk dilakukan autopsi, dan menerima kematian Luh Swini diduga akibat penyakit komplikasi yang diderita. "Pihak keluarga akan membuat surat pernyataan penolakan autopsi," tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved