Berita Jembrana
Warga Perancak Temukan Penyu Hijau Mati Terdampar, Ada Peningkatan Temuan dalam 3 tahun Terakhir
Seekor penyu hijau ditemukan terdampar dengan kondisi mati di pesisir Pantai Perancak, Kecamatan Jembrana, Senin 13 Maret 2023 siang kemarin.
Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, JEMBRANA - Seekor penyu hijau ditemukan terdampar dengan kondisi mati di pesisir Pantai Perancak, Kecamatan Jembrana, Senin 13 Maret 2023 siang kemarin.
Setelah dilaporkan ke pihak Konservasi Penyu Kurma Asih Perancak, akhirnya dilakukan penguburan.
Meskipun tak dapat dipastikan, namun tren penemuan penyu dalam kondisi seperti itu dalam tiga tahun terakhir justru meningkat.
Tentunya kondisi ini menjadi peringatan bagi semua untuk lebih menjaga habitat satwa yang dilindungi tersebut.
Baca juga: Buntut Keributan di Tegal Badeng Barat, Askab PSSI Jembrana Bakal Terlibat Langsung Dalam Turnamen
Koordinator Konservasi Penyu Kurma Asih Desa Perancak, I Wayan Anom Astika Jaya menuturkan, setelah ditemukan terdampar dalam kondisi mati, penyu hijau berukuran kerapas sepanjang 63 cm dan lebar 59 cm dilakukan pengecekan.
Hasilnya, tidak ditemukan luka-luka pada tubuh penyu.
"Kemudian kondisi penyu juga masih mulus dan tidak ditemukan bekas jeratan jaring, tali, atau benda tumpul lainnya," jelasnya saat dikonfirmasi, Selasa 14 Maret 2023.
Baca juga: Satu DPO Kasus Penipuan Diamankan, Polres Jembrana Ungkap Sejumlah Kasus di Operasi Sikat Agung 2023
Pascadilaporkan dan dilakukan pengecekan, kata dia, penyu tersebut kemudian dilakukan tindakan penguburan di pesisir pantai.
Menurutnya, penemuan penyu hijau ini menjadi perhatian serius pihaknya karena jenis penyu ini termasuk spesies yang dilindungi.
Apalagi dalam tiga tahun terakhir tren penemuan penyu di pesisir pantai wilayah Jembrana khususnya Pantai Perancak terjadi peningkatan.
Baca juga: Antisipasi Flu Burung, Tim Medikvet Jembrana Semprot Desinfektan di Blok Unggas di Pasar Umum Negara
"Tidak bisa dipastikan, tapi tiga tahun terakhir tren agak naik ditemukan di Pantai Jembrana dan khususnya di Pantai Perancak," ungkapnya.
"Kami tentunya berharap penemuan ini dapat menjadi peringatan bagi masyarakat umum secara luas. Artinya kita diminta menjaga satwa dilindungi ini atau tidak melakukan tindakan yang merugikan ekosistem laut," harapnya. (*)
Berita lainnya di Berita Jembrana
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.