Berita Jembrana

Buntut Keributan di Tegal Badeng Barat, Askab PSSI Jembrana Bakal Terlibat Langsung Dalam Turnamen

Asosiasi Kabupaten Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (ASKAB PSSI) Jembrana akhirnya angkat bicara mengenai kasus keributan yang terjadi

Tribun Bali/I Made Prasetia Aryawan
Ketua Askab PSSI Jembrana, I Ketut Tulis saat memberikan keterangan, Senin 13 Maret 2023. 

TRIBUN-BALI.COM, JEMBRANA - Asosiasi Kabupaten Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (ASKAB PSSI) Jembrana akhirnya angkat bicara mengenai kasus keributan yang terjadi pada turnamen sepak bola mini di Desa Tegal Badeng Barat.

Selanjutnya ke depannya, Askab PSSI bakal terlibat langsung dengan seluruh kegiatan sepak bola yang ada di Kabupaten Jembrana. 


Tujuannya adalah untuk memberikan pemahaman mengenai regulasi dan pengelolaan terkait turnamen agar dijalankan oleh panitia.

Dan, terpenting sebagai wadah untuk melakukan penjaringan potensi pemain muda yang bisa dibentuk menjadi atlet profesional. 

Baca juga: Turnamen Sepak Bola Mini di Jembrana Dibekukan, Buntut Keributan Usai Pertandingan Semifinal


"Dari peristiwa yang terjadi di turnamen tersebut (Tegal Badeng Barat), memang ada sejumlah hal yang perlu dievaluasi," kata Ketua Askab PSSI Jembrana, I Ketut Tulis saat dikonfirmasi, Senin 13 Maret 2023. 


Menurutnya, saat kejadian keributan yang terjadi usai pertandingan semifinal antara Singo Edan (Desa Pengambengan) vs Loloan Hijrah (Loloan Barat) pihaknya sudah memantau.

Namun, secara umum Askab PSSI belum terlibat langsung dalam kegiatan tersebut.

Baca juga: Turnamen Sepak Bola Mini di Jembrana Berujung Ricuh, Satu Anak Alami Retak Kaki


"Karena itu, ke depan perlu ada keterlibatan langsung secara penuh dari Askab PSSI Jembrana untuk memberikan pemahaman pada regulasi dan pengelolaan turnamen sepak bola, termasuk sepak bola mini," jelasnya.


Selama ini, kata dia, dalam sejumlah turnamen memang ada ketentuan yang mungkin belum dijalankan. Sehingga dengan keterlibatan Askab PSSI nantinya bisa memberikan pemahaman yang lebih ke soal regulasi.

Baca juga: Dalami Kasus Pencurian 28 Motor, Penyidik Dua Polres Berbeda Cek Barang Bukti Motor ke Jembrana


"Contohnya saja soal penggunaan sepatu. Seharusnya, turnamen sepal bola apapun menggunakan sepatu. Tapi ternyata di pertandingan kemarin itu (Tegal Badeng Barat), ada yang menggunakan sepatu dan ada yang tidak pakai sepatu juga," jelasnya.


Menurutnya, yang terpenting juga keterlibatan langsung lembaga di Kabupaten ini akan bisa melakukan penjaringan atlet berprestasi asal Jembrana.

Dalam setiap klub di pertandingan pasti akan memunculkan potensi pemain andal yang kemudian dibawa untuk dipromosikan menjadi atlet profesional.

Baca juga: Dalami Kasus Pencurian 28 Motor, Penyidik Dua Polres Berbeda Cek Barang Bukti Motor ke Jembrana


"Kami harap nantinya koordinasi antar instansi seperti dengan aparat keamanan bisa lebih ditingkatkan. Sehingga, sepak bola mini dari segi keamanan bisa lebih terjaga agar tidak terjadi keributan seperti sebelumnya. Karena aekecil apapun potensi keributan itu, harus diantisipasi dengan baik," tegasnya.


Untuk diketahui, sebelumnya pihak panitia bersama pihak kepolisian dan official klub yang mengikuti Turnamen Tegal Badeng Barat Cup II telah melakukan mediasi di Polres Jembrana, Jumat 10 Maret 2023 siang.

Hasilnya, pertandingan Tegal Badeng Barat Cup II untuk sementara dibekukan hingga waktu yang belum ditentukan. Hal ini merupakan buntut dari keributan yang pasca pertandingan semifinal antara Singo Edan (Pengambengan) vs Hijrah Loloan (Lololan Barat) kemarin sore.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved