Berita Klungkung
Ditinggal Istri Meninggal, Kakek di Klungkung Tak Mau Makan, 25 Tahun Tak Tercatat Data Kependudukan
I Made Cemeng (70) berbaring dalam kondisi lemas di rumah kos di wilayah Desa Gunaksa, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung, Bali
Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, KLUNGKUNG - I Made Cemeng (70) berbaring dalam kondisi lemas di rumah kos di wilayah Desa Gunaksa, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung, Bali, Senin malam (22/5/2023).
Sudah 4 hari ia tidak mau makan, sehingga kondisinya sangat lemas.
Made Cemeng saat itu hanya berbaring di kamar sempit, dengan alas kasur tipis yang sudah usang. Lansia itu tampak lemas dan susah untuk berkomunikasi.
Baca juga: Pemkab Klungkung Kucurkan Bantuan Hibah Rp71 Miliar, Dicairkan Secara Bertahap
Kadek Suardana melaporkan kondisi orangtuanya tersebut ke pihak Desa Gunaksa.
Apalagi karena keterbatasan biaya, Made Cemeng tidak mau diajak untuk berobat.
"Ada informasi dari anaknya (Kadek Suardana) kalau orangtuanya (Made Cemeng) tinggal di wilayah Desa Gunaksa. Jadi kami langsung sambangi ke lokasi kosnya," ungkap Perbekel Gunaksa, I Wayan Sadiarna, Selasa (23/5/2023).
Baca juga: Kejari Klungkung Dalami Dugaan Penyelewengan di SMK Negeri 1 Klungkung, Kepsek Akui Kaget!
I Made Cemeng diketahui kos tidak jauh dari SPBU Gunaksa. Kondisi Made Cemeng yang memprihatinkan tersebut, diduga karena depresi karena ditinggal meninggal oleh istrinya.
Istrinya meninggal pada Sabtu (13/5/2023) lalu di rumah sakit, dan telah dikremasi di Krematorium Pundukdawa.
"Informasi dari anaknya, semenjak ditinggal istrinya, Made Cemeng murung terus. Bahkan 4 hari tidak mau makan, sehingga kondisinya lemas," jelas Sadiarna.
Baca juga: Pemkab Klungkung Kucurkan Bantuan Hibah Rp71 Miliar, Dicairkan Secara Bertahap
Menurut Sadiarna selama ini Made Cemeng tinggal berpindah-pindah. Sehingga keberadaannya sulit dilacak oleh pihak desa. Semenjak ditinggal meninggal sang istri, Made Cemeng tinggal seorang diri.
Sementara anaknya sudah menikah, dan tinggal di rumah bedeng di kawasan Eks Galian C Gunaksa.
Baca juga: PDIP Klungkung Daftarkan 30 Nama Bacaleg, Target Kembali Kuasai Kursi Legislatif
Made Cemeng yang bekerja sebagai buruh angkut pasir ini, bahkan selama 25 tahun tidak memiliki kartu identitas kependudukan apapun.
Kartu identitas kependudukannya yang berakhir masa berlakunya sejak 1993 tidak pernah diurus, sehingga I Made Cemeng tidak memiki KTP dan tidak dilindungi jaminan kesehatan dari pemerintah.
Baca juga: Dampak Hujan Disertai Angin Kencang di Klungkung Bali, Padi Siap Panen Roboh
"Made Cemeng ini memang identitasnya tidak terekam dimanapun," jelas Sadiarna.
Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta datang langsung ke lokasi kos dari Made Cemeng. Ia membujuk Made Cemeng agar mau berobat.
Agar mendapatkan penanganan segera, Bupati Suwirta menolong Made Cemeng dalam mengurus administrasi kependudukan.
Baca juga: Kembali Dibangun Setelah 3 Tahun Terhenti, Satpol PP Klungkung Tindak Pembangunan di Sempadan Sungai
Made Cemeng yang diketahui berasal dari Nusa Penida, langsung dicatatkan sebagai warga di Desa Gunaksa.
Suwirta juga membantu agar Made Cemeng segera mendapatkan penanganan di RSUD Klungkung.
"Agar segera mendapatkan penanganan, kami fasilitasi administrasi kependudukannya di Desa Gunaksa. Sekarang Made Cemeng sudah di RSUD Klungkung dan infonya opname," ungkap Sadiarna. (*)
Berita lainnya di Lansia di Klungkung
Bupati Suwirta
Bupati Klungkung
I Nyoman Suwirta
data kependudukan
Nusa Penida
warga miskin
TRIBUN-BALI.COM
RSUD Klungkung
istri
tidak mau makan
Sampan Barang Tenggelam di Kusamba, Kerugian Rp1 Miliar, BPBD Ingatkan Potensi Ombak Tinggi |
![]() |
---|
Detik-Detik Sampan Pecah di Kusamba Klungkung, Ombak Setinggi 4 M Menghantam, Sampan Pecah Jadi 2 |
![]() |
---|
DRAMATIS! Sampan Pecah Dihantam Ombak di Kusamba Klungkung, ABK Hingga Buruh Terjun ke Laut |
![]() |
---|
Sekda Klungkung Bali Lantik Pejabat Fungsional Humas, Tekankan Pentingnya Disiplin |
![]() |
---|
Waspada Demam Tinggi Disertai Ruam, 11 Kasus Suspect Campak di Klungkung Diperiksa di BLK Surabaya |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.