Berita Buleleng

Warga Buleleng Positif Meningitis, Otoritas Wanti-wanti Jangan Makan Daging Babi Mentah

Pemkab Buleleng meminta kepada masyarakat untuk tidak memakan daging babi secara mentah.

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
Istimewa
Ilustrasi babi - Pemkab Buleleng meminta kepada masyarakat untuk tidak memakan daging babi secara mentah. Hal ini menyusul adanya dua warga yang positif meningitis babi atau Meningitis Streptococcus Suis (MSS). 

TRIBUN-BALI.COM - Pemkab Buleleng meminta kepada masyarakat untuk tidak memakan daging babi secara mentah. Hal ini menyusul adanya dua warga yang positif meningitis babi atau Meningitis Streptococcus Suis (MSS).

Sekda Buleleng, Gede Suyasa mengatakan petugas surveilans Dinas Kesehatan Buleleng telah ditugaskan untuk edukasi agar masyarakat tidak mengonsumsi daging babi atau darah babi mentah. Selain itu, bila ada babi yang mati mendadak agar segera dikubur dan tidak dijual.

"Masalahnya kalau dijual dengan harga murah, mungkin ada saja yang beli. Padahal dagingnya mungkin sudah tidak sehat. Jadi upaya dari kami tinggal memberikan edukasi saja ke masyarakat agar berhati-hati mengonsumsi daging babi. Harus dimasak hingga matang," katanya, Selasa (30/5).

Baca juga: Rapat Bahas Bule Nakal di Bali,Pemerintah Kemungkinan Naikkan Biaya VoA, Ini Kata Gubernur Koster

Baca juga: Lebih dari 3.000 Jiwa Tak Dapat Air PDAM, Perumda Panca Mahottama Belum Mampu Beri Layanan Merata

Ilustrasi babi - Pemkab Buleleng meminta kepada masyarakat untuk tidak memakan daging babi secara mentah. Hal ini menyusul adanya dua warga yang positif meningitis babi atau Meningitis Streptococcus Suis (MSS).
Ilustrasi babi - Pemkab Buleleng meminta kepada masyarakat untuk tidak memakan daging babi secara mentah. Hal ini menyusul adanya dua warga yang positif meningitis babi atau Meningitis Streptococcus Suis (MSS). (Dok. Tribun Bali)

Pasien MSS telah ditangani oleh petugas kesehatan RSUD Buleleng. RSUD juga menyiapkan 14 bed khusus. Ia juga menugaskan Dinas Pertanian Buleleng untuk mengambil beberapa sampel daging babi yang ada di daerah kasus MSS dan kawasan yang berpotensial menyebarkan MSS.

RSUD Buleleng saat ini merawat dua pasien yang positif terkena penyakit meningitis babi. Kedua pasien tersebut berasal dari Kecamatan Sawan dan Kecamatan Buleleng. Dokter Spesialis Neurologi RSUD Buleleng, Luh Putu Lina Kamelia mengatakan, sejatinya total ada delapan pasien yang dirawat dengan gejala mengarah MSS.

Sebagian besar warga Kecamatan Sukasada dengan rentang usia 38 hingga 62 tahun. Kedelapan pasien diterima sekitar sepekan yang lalu dengan keluhan demam, nyeri kepala dan kaku pada leher. Satu pasien mengalami penurunan kesadaran sehingga harus dirawat di ruang ICU.

Dari kedelapan pasien itu, dua di antaranya sudah dinyatakan positif terserang MSS, hal tersebut berdasarkan hasil mikrobiologi klinik. Sementara enam pasien lainnya, hasil mikrobiologi kliniknya belum diterima. (rtu)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved