Berita Jembrana

Paceklik Bibit Kerbau Pacu, Pemerintah Bahas Upaya Pengembangan Populasi Kerbau Makepung

Beberapa faktor menjadi penyebab, sulitnya bibit kerbau pacu untuk Makepung di Kabupaten Jembrana.

(IST/Humas Pemkab Jembrana)
Suasana saat peserta mengikuti Makepung Kapolres Cup 2023 di Sirkuit Makepung Delodberawah, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, Bali pada Minggu 11 Juni 2023. 

TRIBUN-BALI.COM - Beberapa faktor menjadi penyebab, sulitnya bibit kerbau pacu untuk Makepung di Kabupaten Jembrana.

Salah satunya adalah aturan Perda Kabupaten Jembrana, Nomor 4 Tahun 2020 tentang perlindungan dan pelestarian ternak kerbau yang belum menyentuh soal pembibitan.

Sehingga ke depannya harus dibentuk peraturan bupati (perbup) terkait pembibitan.

Dalam perbup, nantinya bisa ditekankan untuk meningkatkan populasi misalnya dengan kawin suntik.

Baca juga: Ketimpangan Gaji Pegawai Kontrak di Karangasem Jadi Bahan Gunjingan, Simak Beritanya

Baca juga: Tidak Terima Divonis 7 Tahun Penjara, Dua Kurir Sabu ini Ajukan Banding di PN Denpasar

Suasana saat peserta mengikuti Makepung Kapolres Cup 2023 di Sirkuit Makepung Delodberawah, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, Bali pada Minggu 11 Juni 2023.
Suasana saat peserta mengikuti Makepung Kapolres Cup 2023 di Sirkuit Makepung Delodberawah, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, Bali pada Minggu 11 Juni 2023. (IST/Humas Pemkab Jembran)

Kabid Peternakan, I Gede Putu Kasthama menjelaskan, saat ini bibit kerbau pacu super untuk Makepung memang kesulitan.

Ada beberapa faktor penyebab yang membuatnya, yakni seperti belum ada aturan terkait pembibitan tersebut.

Kemudian banyak kerbau jantan khusus untuk makepung juga dikebiri.

"Kalau di perdakan masih sebatas pelestarian, belum pembibitan. Kita sudah bahas di bidang terkait hal tersebut untuk selanjutnya diarahkan untuk dibuatkan perbup," jelas Gede Kasthama saat dikonfirmasi, Senin 12 Juni 2023.

Dia melanjutkan, dalam perbup nantinya bakal mengatur terkait peningkatan populasi misalnya dengan kawin suntik.

Kemudian, selain itu juga akan ada penambahan populasi dengan mendatangkan kerbau super dari wilayah lain seperti Singosari dan Lumajang.

"Kita inginnya seleksi genetika, kerbau yang bagus super untuk Makepung agar dibiarkan atau kita datangkan setro (sperma) untuk kawin suntik. Kemudian harapan kita juga agar kerbau super jantan di Jembrana agar jangan dikebiri sehingga bisa dikawinkan," ungkapnya.

Kasthama mengakui, hingga saat ini populasi kerbau super untuk Makepung di Jembrana.

Namun begitu upaya-upaya peningkatan populasi harus dilakukan. Misalnya dengan pengadaan bantuan seperti bansos kerbau betina, ke sekaa atau kelompok di Jembrana.

Kemudian akan mendatangkan setro kerbau super untuk kawin suntik.

Suasana saat peserta mengikuti Makepung Kapolres Cup 2023 di Sirkuit Makepung Delodberawah, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, Bali pada Minggu 11 Juni 2023.
Suasana saat peserta mengikuti Makepung Kapolres Cup 2023 di Sirkuit Makepung Delodberawah, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, Bali pada Minggu 11 Juni 2023. ((IST/Humas Pemkab Jembrana))

"Hanya saja, anggaran serta pendukungnya masih kita siapkan dulu dan dibahas lebih lanjut. Semoga bisa berjalan," harapnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved