Berita Jembrana

Penjagalan Sapi Misterius Meresahkan! Satreskrim Kerahkan Tim dan Libatkan Bhabinkamtibmas

Kasus penjagalan sapi misterius di Ubud, Gianyar, Bali, sudah sampai di telinga petani dan peternak sapi di Jembrana.

TRIBUN BALI/ Wayan Eri Gunarta
Ilustrasi - Kasus penjagalan sapi misterius di Ubud, Gianyar sudah sampai di telinga petani dan peternak sapi di Jembrana. Atas hal ini, polisi pun memberi atensi. Satreskrim Polres Jembrana mengaku telah melakukan antisipasi. Satreskrim mengerahkan seluruh tim dengan melibatkan Bhabinkamtibmas di masing-masing desa untuk memantau ternak warga. Peternak di Jembrana juga diharapkan waspada dan lebih rajin melihat ternak. 

TRIBUN-BALI.COM - Kasus penjagalan sapi misterius di Ubud, Gianyar, Bali, sudah sampai di telinga petani dan peternak sapi di Jembrana.

Atas hal ini, polisi pun memberi atensi. Satreskrim Polres Jembrana mengaku telah melakukan antisipasi.

Satreskrim mengerahkan seluruh tim, dengan melibatkan Bhabinkamtibmas di masing-masing desa untuk memantau ternak warga.

Peternak di Jembrana juga diharapkan waspada dan lebih rajin melihat ternak.

"Kami lakukan antisipasi baik itu patroli dan berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas untuk memantau kondisi serta situasi di wilayah masing-masing," kata Kasat Reskrim Polres Jembrana, AKP Androyuan Elim, Senin (12/6).

Kata dia, peristiwa pembantaian sapi itu menjadi pelajaran bagi semua peternak terutama yang memiliki kandang jauh tempat tinggalnya. Mulai saat ini, para peternak diminta lebih waspada terhadap tindakan kriminal yang meresahkan ini.

Baca juga: Rekanan Ganti Rugi Rp 94 Juta untuk Pedagang, Kompensasi Banjir Lumpur Pasar Seni Semarapura

Baca juga: Sebuah Gudang di Hotel Discovery Kartika Plaza Terbakar, Damkar Badung Padamkan Api 2 Jam Lebih

Ilustrasi sapi - Kasus penjagalan sapi misterius di Ubud, Gianyar sudah sampai di telinga petani dan peternak sapi di Jembrana. Atas hal ini, polisi pun memberi atensi. Satreskrim Polres Jembrana mengaku telah melakukan antisipasi.

Satreskrim mengerahkan seluruh tim dengan melibatkan Bhabinkamtibmas di masing-masing desa untuk memantau ternak warga. Peternak di Jembrana juga diharapkan waspada dan lebih rajin melihat ternak.
Ilustrasi sapi - Kasus penjagalan sapi misterius di Ubud, Gianyar sudah sampai di telinga petani dan peternak sapi di Jembrana. Atas hal ini, polisi pun memberi atensi. Satreskrim Polres Jembrana mengaku telah melakukan antisipasi. Satreskrim mengerahkan seluruh tim dengan melibatkan Bhabinkamtibmas di masing-masing desa untuk memantau ternak warga. Peternak di Jembrana juga diharapkan waspada dan lebih rajin melihat ternak. (Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury)

Seperti diketahui, dua peternak di Ubud, Gianyar menjadi korban atas aksi pembunuhan sapi secara sadis. Dua kaki belakang sapi hilang ditebas. Selain itu ditemukan bercak darah di kandang sapi seolah-olah mengisyaratkan kebengisan penjagal. Namun hingga kini belum diketahui pelakunya.

"Untuk sementara belum ada kasus seperti itu (penjagalan sapi misterius) dan belum ada laporan dari masyarakat. Namun untuk antisipasi masyarakat khususnya peternak juga harus bergerak memantau kandangnya," kata AKP Elim.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kesehatan Hewan (Keswan) Gianyar, Nyoman Arya Darma mengatakan, peristiwa penjagalan sadis terjadi dua kali di Ubud namun terornya dirasakan peternak sapi di seluruh Gianyar, hingga berbagai wilayah di Bali.

Ia mengaku sudah mengajak peternak untuk menerapkan pengawasan berlapis. Kata dia, beberapa kelompok ternak sapi telah melakukan pengawasan secara bergiliran. Sedangkan untuk peternak perorangan bisa melakukan pengawasan dengan memantau aktivitas di dekat kandang.

"Kami pakai pola pengawasan dengan meminta tolong kepada warga subak yang mengecek saluran irigasi, ini efektif. Karena kan setiap hari ada saja anggota subak yang mengawasi saluran irigasi memantau kebocoran sambil memantau lalu lalang orang di luar subak," ujar dia.

Ia tegaskan, pengawasan sangat diperlukan. Ia mengimbau, kalau memungkinkan, peternak sapi agar membuat kandang sapi di dekat rumah atau pemukiman warga supaya bisa dipantau setiap saat. (mpa)

Harga Naik Jelang Idul Adha

Dua pekan jelang hari raya Idul Adha, harga sapi di Bangli merangkak naik. Kenaikan saat ini mencapai Rp 7.000 per kilogram. Harga sapi naik sejak Minggu kemarin. "Harga sapi yang awalnya Rp 40.000 per kilogram, sekarang sudah menyentuh Rp 47.000 per kilogram," sebut Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (PKP) Bangli, I Wayan Sarma.

Ia tak menampik kenaikan harga sapi ini terpengaruh jelang hari raya Idul Adha. Kata Sarma, permintaan sapi di peternak mengalami peningkatan. "Kenaikan harga sapi ini berimbas pula pada naiknya harga daging sapi potong di pasaran. Dari semula Rp 105.000 per kilogram, sekarang Rp 120.000 per kilogram," demikian sebutnya.

Sarma menjelaskan, dengan naiknya harga sapi saat ini, pedagang tidak melakukan penyembelihan sapi. Mereka khawatir daging yang telah disembelih tidak terjual seluruhnya. "Terlebih di Bangli sangat jarang ditemui pedagang menjual daging sapi. Paling ketika masyarakat mau beli, pasti memesan dulu," katanya. (mer)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved