Berita Klungkung
Belanda Kembalikan Ratusan Pusaka Indonesia, Menunggu Pulangnya Keris Puputan Klungkung
Ida Dalem Semara Putra mendengar kabar Belanda akan mengembalikan ratusan pusaka ke Indonesia.
Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, KLUNGKUNG - Ida Dalem Semara Putra mendengar kabar Belanda akan mengembalikan ratusan pusaka ke Indonesia.
Satu di antara pusaka yang akan dipulangkan adalah keris peninggalan Perang Puputan Klungkung.
Penglingsir Puri Agung Klungkung ini berharap keris tersebut bisa diserahkan ke tangan yang tepat, yakni Puri Agung Klungkung.
Baca juga: Tumpek Landep, Ketua DPRD Tabanan Ikut Nedunang Keris Pusaka di Kedatuan Kawista, Desa Belatungan
Terlebih keris itu merupakan benda rampasan ketika terjadi Perang Puputan Klungkung pada tahun 1908.
"Saya sudah dapat informasi Belanda akan mengembalikan ratusan benda pusaka ke Indonesia, salah satunya keris dari Klungkung. Tapi saya belum tahu, apakah nanti keris itu diserahkan ke asalnya di Klungkung atau di mana," ungkap Ida Dalem Semara Putra, Senin (10/7).
Jika dipulangkan, maka keris itu bisa dirawat dengan baik. Bisa menjadi koleksi Museum Semarajaya atau disungsung sebagai pusaka Puri Klungkung.
Baca juga: Keris Luk 5 Untuk Suwirta di Hari Puputan Klungkung
"Tentu jika keris itu dipulangkan, akan ada pembicaraan lebih lanjut. Paling penting bagaimana nanti pengamanan dan perawatannya," ungkap Ida Dalem.
Ia mengatakan, dari foto, keris asal Klungkung yang akan dikembalikan Belanda ke Indonesia itu merupakan pusaka raja. Hal itu bisa dilihat dari bahan keris yang berlapis emas dan berhiaskan batu permata.
"Kalau raja Ida I Dewa Agung Jambe saat perang Puputan Klungkung menggunakan keris Ardawalika yang saat ini disimpan di Museum Nasional Jakarta," ungkap Ida Dalem Semara Putra.
Baca juga: Tradisi Ngerebong di Kesiman Digelar Meriah, Puluhan Krama Kerauhan & Menusuk Diri dengan Keris
Keris yang akan dikembalikan Belanda tersebut memang sepintas mirip dengan Keris Ardawalika, yang merupakan senjata Raja Klungkung Ida I Dewa Agung Jambe saat bertempur habis-habisan menghadapi Belanda pada 28 April 1908.
Keris Ardawalika juga berlapis emas dan berhiaskan batu permata. Saat ini keris itu disimpan di Museum Nasional Jakarta, dan sempat dipulangkan ke Klungkung pada peringatan 100 tahun Puputan Klungkung tahun 2008 silam.
Guna meminjam keris peninggalan kerajaan Klungkung ini, Pemkab Klungkung saat itu harus menaruh uang jaminan Rp2 miliar.
Baca juga: Pementasan Tari Barong dan Keris di Sekaa Barong Eka Budhi Mulai Dikunjungi Wisman
"Kalau menurut saya benda pusaka itu tidak dirampas, tapi diselamatkan. Jika dibiarkan saat itu, entah di mana sekarang," ungkap Ida Dalem.
Beberapa kali ia ditunjukkan banyak benda yang konon peninggalan Kerajaan Klungkung di Museum Leiden Belanda.
Bahkan dirinya sempat diundang ke Belanda untuk melihat langsung benda-benda tersebut.
Belanda
pusaka
Indonesia
Ida Dalem Semara Putra
keris
TRIBUN-BALI.COM
Puputan Klungkung
Pemkab Klungkung
Waspada Demam Tinggi Disertai Ruam, 11 Kasus Suspect Campak di Klungkung Diperiksa di BLK Surabaya |
![]() |
---|
Jalan Krodit dan Kerap Macet, Usulan Penataan Pasar Mentigi Nusa Penida Bali Belum Ada Kejelasan |
![]() |
---|
Klungkung Bali Siaga Campak, Temukan 11 Suspect, Hasil Lab Negatif |
![]() |
---|
Pria Ini Nekat Curi Motor Tetangga Kos di Klungkung Bali, Rendy Ditangkap Saat Tiba di Ketapang |
![]() |
---|
90 Persen Pembangunan Wisata di Nusa Penida Bali Belum Kantongi Izin, Diharapkan Pemerintah Peka |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.