Pilpres 2024

Koster Yakin Ganjar Menang di Bali ! Citra Sama Dengan Jokowi, Bahas Pemenangan Pemilu Dengan PPP

Gubernur Bali sekaligus Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali, Wayan Koster yakin masyarakat Bali akan memberikan dukungan

Tribun Bali/ Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami
Gubernur Bali sekaligus Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali, Wayan Koster. 

TRIBUN-BALI.COM – Gubernur Bali sekaligus Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali, Wayan Koster yakin masyarakat Bali akan memberikan dukungan kepada bakal calon presiden (Bacapres) yang diusung PDI Perjuangan Ganjar Pranowo.

“Begitu juga saya sangat berharap dan mendoakan, doa restu alam, maka di daerah lain masyarakat sama-sama pilih Pak Ganjar sebagai pemimpin yang membawa harapan ke depan,” kata Koster seusai menerima Plt Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhammad Mardiono dan jajaran pengurus PPP, di Jayasabha, Senin (14/8).

Sementara tentang adanya sebaran kontestasi politik Pilpres yang mengerucut ke-3 kekuatan kemarin sudah bergabung dengan Golkar, Gerindra, PKB dan PAN, kata Koster, akan menghormati sebagai bagian dinamika demokrasi. Yang terpenting adalah spiritnya untuk membangun, bukan mengeroyok salah satu Capres. Dalam konteks persaingan Pilpres Pemilu 2024 ia mengatakan akan menyerahkan ke masyarakat untuk menilai.

“Semoga Pak Ganjar betul-betul mendapat dukungan seluruh rakyat Bali dan Indonesia untuk menjadi Presiden. Saya bangga. Siapa yang harus jadi Cawapres itu sejatinya kerja sama politik yang bagus. Kalau menang saja belum tentu. Masa kita bicara siapa dapat jabatan politik menteri A atau B. Saya kira ini budaya baru yang dikembangkan PDIP, PPP yang sangat cerdas memberi harapan,” imbuhnya.

Baca juga: Pedagang Kepanasan di Pasar Relokasi Umum Negara, Bangun Kios Sempit dengan Atap yang Rendah

Baca juga: Tetangga Sudah Lama Tak Lihat Jro Pasek, Sang Pawang Hujan Nyentrik Telah Berpulang 

Foto bersama antara Ketua DPD PDIP Bali, Wayan Koster (tiga dari kanan) dan Plt Ketua DPW PPP Bali Idy Muzayyad (dua dari kanan) serta sejumlah pengurus PPP Bali.
Foto bersama antara Ketua DPD PDIP Bali, Wayan Koster (tiga dari kanan) dan Plt Ketua DPW PPP Bali Idy Muzayyad (dua dari kanan) serta sejumlah pengurus PPP Bali. (Istimewa)

Kontestasi Capres ini, dinilai Koster, sudah jelas sekarang ada Ganjar Pranowo yang Parpolnya PDIP, PPP, Hanura dan Perindo. Kemudian Prabowo dengan parpol Gerindra, Golkar, PKB, dan PAN, sementara Anies Baswedan didukung partai Nasdem, PKS dan Demokrat.

Namun menurutnya ini belum final karena bisa saja masih dinamis beberapa bulan ke depan. Sebelum pendaftaran calon, Koster yakin, ini masih sangat akan dipengaruhi oleh beberapa kontestasi calon presiden siapa Cawapresnya. Bisa saja situasinya berubah.

“Tapi yang sudah pasti empat pendukung Ganjar tidak akan berubah karena dasarnya bukan transaksional, tapi betul-betul spirit kerja sama untuk Indonesia ke depan yang lebih baik,” imbuhnya.

Plt Ketua Umum PPP Muhammad Mardiono pun meyakini Ganjar Pranowo sudah dikader oleh Presiden RI Joko Widodo agar Ganjar memiliki karakteristik mirip dengan Jokowi. Terlebih latar belakang Ganjar dan Jokowi mirip yakni terlahir dari desa, berangkat dari kehidupan bersama masyarakat, meniti karir sampai ke Jakarta serta gaya kepemimpinan Ganjar juga hampir sama dengan Jokowi.

Kemudian Jokowi pada pemilu 2014 kemenangannya hanya didukung 3 partai yaitu PDIP, PKB, NasDem. Meskipun ‘dikeroyok’ banyak Partai, Jokowi memperoleh kemenangan cukup tinggi dan sekarang karena PKB bergabung ke Gerindra dan saat ini PKB diganti PPP dan NasDem diganti oleh Perindo dan Hanura. Semoga nantinya perolehan suara Ganjar akan sama dengan perolehan suara seperti Jokowi saat menjabat presiden pertama.

Mardiono juga menanggapi PAN dan Golkar yang bergabung koalisi ke Partai Gerindra. “Ini adalah semata-mata tentu untuk terbentuknya sebuah jalan politik yang disajikan kepada rakyat untuk nanti rakyat bisa lebih mudah. Karena dengan pengerucutan bergabungnya partai-partai sekarang seluruhnya pada tempat-tempat penggabungan (koalisi) itu maka rakyat sudah tidak ada yang dinanti-nanti lagi,” kata Mardiono.

Menurut Mardiono, saat ini sudah tidak ada partai di Parlemen yang belum berkoalisi, dari 9 kursi sudah masing-masing memiliki koalisi atau kerjasama politik. Sehingga menurutnya ini akan menjadi hal yang bisa mendorong demokrasi lebih baik lagi. Sehingga hasil Pemilu nanti betul-betul dijalani sebagai pesta demokrasi oleh rakyat. Kemudian hasilnya pun bisa dinikmati oleh rakyat Indonesia.

“Nah kemudian tentang Cawapres ya, dan kesetiaan PPP dengan PDIP, PPP dengan PDIP itu kakak beradik hanya selisih 5 hari. Kalau PPP lahir 5 Januari 1973 kalau PDIP lahir 10 Januari 1973. Kemudian dalam proses perjalanan mengabdi bangsa dan negara bersama rakyat Indonesia, itu jatuh bangunnya pun hampir mirip. Jadi PPP dan PDIP itu bersahabat. Kalau dulu PDI pernah didzolimi, PPP juga sama,” imbuhnya.

Dengan persahabat yang lama ini, kata Mardiono, merupakan suatu tanda-tanda yang sudah teruji. Semoga loyalitas persahabatan itu akan bisa dilanjutkan. Pada Pemilu 2024 ini akan dibangun kerjasama politik antara PPP dengan PDIP tidak hanya sampai sukses di Pilpres, tapi sampai ke pemilihan legislatif.

Terkait cawapres, kata Mardiono, PPP tidak semata-mata mengedepankan politik praktis kepada kadernya. “Nah inilah pentingnya sukses pemilu melahirkan seorang pemimpin yang bisa melanjutkan estafet kepemimpinan yang bisa mampu menjawab tantangan-tantangan global. Itu lebih penting ketimbang siapa capresnya (cawapresnya) dari PPP apa tidak. Kami sepakat lebih mengedepankan pemimpin yang kelak menjawab untuk kebutuhan Indonesia kedepannya,” paparnya.

Bagaimana nasib Sandiaga yang baru saja bergabung di PPP? “PPP di Mukernas ke-6 memang akan memperjuangkan Sandiaga untuk bisa menjadi pasangan Ganjar. Namun ini semua tergantung pada keputusan yang diambil semua Parpol yang merangkum jadi satu kerjasama,” katanya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved