Jero Pasek Meninggal Dunia

SOSOK Jero Pasek Pawang Hujan Viral yang Tutup Usia, Dengan Kekuatan Rokok Pindahkan Awan di Langit

Jero Pasek, Pawang Hujan yang Viral di Bali dikabarkan meninggal dunia. Kabar ini dikonfirmasi oleh Bendesa Desa Adat Gelgel

|
Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: I Putu Juniadhy Eka Putra
tangkapan layar IG
KISAH Jro Pasek Sang Pawang Hujan Viral. Jero Pasek, Pawang Hujan Viral di Bali dikabarkan meninggal dunia. 

Kemudian digeseng dan dimusnahkan oleh apinya rokok.

"Kemudian sebagian saya pakai tangan ke atas api. Yang di akasa (langit) itu ngeseng atau ngusir agar menjauh mendungnya dari matahari kalau siang. Dan menjauh dari bulan kalau malam," jelasnya.

Sebab jika matahari atau bulan ditutupi mendung pasti akan terjadi hujan.

Jero Pasek dengan nama asli I Made Sucipta ini, menjelaskan bahwa tukang terang (nerang) berbeda dengan pawang hujan.

"Biasanya kalau tukang terang itu mulai dari seminggu sampai hari H sudah jaga tempat dengan memasang dupa," katanya.

Sementara hal yang Jero Pasek tekuni selama 20 tahun dari tahun 2000, adalah apabila sudah hujan terjadi, maka saat ia sampai dan merokok di lokasi acara maka biasanya hujan langsung berhenti.

Bahkan kata dia, air banjir pun kadang surut  pelan-pelan.

Lantas, siapa yang dipuja saat nerang?

Jero Pasek enggan mengungkapkan hal itu.

Kisahnya, mulai tahun 2000 telah ada gejala tatkala ia masih bekerja di Bandara.

"Nah karena terus dicari pawisik supaya berhenti bekerja. Terpaksa tahun 2009 saya berhenti," ujarnya.

Kebetulan saat itu, ada formulir untuk pensiun muda.

Jero Pasek seorang pawang hujan yang hentikan hujan di acara Ultra Beach Bali di Discovery Mall Kuta pada, Kamis 29 September 2022
Jero Pasek seorang pawang hujan yang hentikan hujan di acara Ultra Beach Bali di Discovery Mall Kuta pada, Kamis 29 September 2022 (TB/Istimewa)

Selama menjadi tukang terang, berbagai kisah telah ia lewati.

Baca juga: KISAH Jero Pasek Sang Pawang Hujan Viral, Dengan Kekuatan Sebatang Rokok Pindahkan Awan di Langit

"Ada saja yang tidak senang dengan saya," katanya.

Meski begitu, tak sedikit yang meminta tolong kepada dirinya.

Jika ada yang ingin menggunakan jasa sang juru terang, biasanya seseorang akan nunas dengan membawa pejati ke rumah Jero Pasek.

Apabila niatnya membantu, sesuai arahan sekala-niskala maka ia akan tetap hadir dan menjalankan tugasnya sebagai tukang terang. (

(*)

(Tribun-Bali.com/Eka Mita Suputra)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved