Longsor di Karangasem
3 Tewas Tertimbun Longsor Hendak Cari Batu di Karangasem, Perbekel Buana Giri Larang Tambang Tebing
Dalam duka, keluarga korban longsor di Dusun Kemoning, Desa Buana Giri, Kecamatan Bebandem, Karangasem mempersiapkan prosesi penguburan, Selasa (12/9)
Penulis: Saiful Rohim | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
Apalagi proses penggalian bebatuan dilaksanakan saat kajeng kliwon. Menurut keyakinan, kata Suardika, kajeng kliwon merupakan hari yang disakralkan. Biasanya di kajeng kliwon warga melaksanakan upacara.
Korban longsor dievakuasi menggunakan alat berat karena kondisi tanah labil, dan berpotensi terjadi longsor susulan. Jika evakuasi dilakukan secara manual dikhawatirkan lama dan memakan korban. Kapolsek Bebandem, AKP Nengah Sunia, mengaku, evakuasi korban tertimbun longsor menggunakan alat berat. Keputusan ini diambil karena dua jenazah korban masih tertimbun material di pertengahan tebing.
Pantauan Tribun Bali di lokasi, dua jenazah ditemukan dalam kondisi tertimbun tanah longsor di pertengahan tebing. Sedangkan satu orang ditemukan di pinggir dan dievakuasi. Sesampainya di RSUD korban dinyatakan meninggal. Tubuhnya mengalami luka parah. Kaki korban ada yang putus.
Keluarga korban yang melihat proses evakuasi menangis. Mereka seperti tak terima akan kepergian korban. Proses evakuasi selesai sekitar pukul 13.30 wita. Melibatkan tim gabungan dari Polsek Bebandem, BPBD Karangasem, Basarnas, Puskesmas, pengusaha galian di Bebandem, dan warga sekitar. (ful/zae)
Jangan Gali di Tempat Berbahaya
PERBEKEL Desa Buana Giri, I Nengah Diarsa, mengatakan, warga Buana Giri yang bekerja sebagai tukang gali batu tabas secara manual cukup banyak. Jumlahnya diperkirakan 15 orang. Sebagian besar dari Dusun Kemuning. Warga yang bekerja sebagai pencari batu biasanya berkelompok.
"Biasanya mereka menjajaki lahan yang berpotensi ditemukan batuan. Tidak semua masyarakat yang memiliki keahlian menggali. Yang kerja sebagai tukang gali batu kebanyakan Kemuning," kata Diarsa ditemui di lokasi, Senin (11/9).
Ditambahkan, biasanya korban menggali batu di pinggir jalan. Tumben kali ini mereka menggali batuan di Sungai Lembah Taksu. "Sebelumnya juga pernah terjadi tahun 2009. Lokasinya juga sama. Saat itu korbannya berteduh di bawah. Tiba-tiba tanah di samping ambruk, dan menimbunnya," kata Nengah Diarsa.
Pihaknya mengimbau masyarakat untuk tak mencari batuan di tebing yang akan berpotensi longsor. "Kita minta warga mencari di sekitar lahan datar. Jangan menggali dekat tebing karena membahayakan. Memang daerah sini masih banyak ditemukan batu tabas yang masih terpendam di bawah tanah," jelasnya.
Terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali, I Made Rentin dalam siaran persnya mengungkapkan proses penanganan pada Senin sore, seluruh korban baik yang meninggal maupun yang luka ringan) sudah berhasil dievakuasi.
“Evakuasi dilaksanakan oleh Pos SAR Karangasem, BPBD Kabupaten Karangasem, Puskesmas Bebandem, TNI/Polri, Camat Bebandem, Kepala Desa Buana Giri beserta jajaran dan masyarakat/relawan,” jelas Rentin di Denpasar, Senin (11/9) petang.
Rentin mengungkapkan, atas musibah yang terjadi tersebut untuk penyaluran bantuan dan santunan sesuai amanat Pergub Bali No 37 Tahun 2023 tentang Perubahan atas Pergub No 32 Tahun 2021 tentang Pedoman Pemberian Bantuan Sosial Yang Tidak Dapat Direncanakan Sebelumnya Untuk Korban Bencana/Musibah. Terhadap korban meninggal dunia akan diberikan santunan masing-masing Rp 15 juta.
Dalam kesempatan tersebut Rentin juga mengingatkan masyarakat agar lebih hati-hati dalam melakukan aktivitas di daerah tebing curam dan berpotensi terjadi longsor. Juga untuk melakukan mitigasi awal secara mandiri dengan mengenali potensi ancaman (bencana) di sekitar tempat beraktivitas.
“Setelah tahu potensi ancaman yang ada, maka wajib siapkan skenario atau strategi penyelamatan diri terhindar dari ancaman bahaya tersebut, jika tiba-tiba kemungkinan tersebut terjadi. Jika tebing/lereng sangat curam dan kondisi tekstur tanah atau bebatuan yang relatif labil alias tidak kuat, sebaiknya hindari beraktivitas di sekitar daerah tersebut karena berpotensi terjadi longsor," tambahnya. (ful/sar)
1,5Jam Berhasil Buka Akses Jalan Sidemen-Klungkung, Plt Camat Gotong Royong Tangani Material Longsor |
![]() |
---|
MAUT Depan Mata, Tindra Firasat Buruk, Pasutri Lansia Selamat, Rumah Tertimbun Longsor di Bunutan |
![]() |
---|
Penghasilan Korban Longsor di Karangasem, Cuma Dapat 1,4 Juta per Hari Dari Mencari Batu Tabas |
![]() |
---|
LONGSOR di Kemuning Karangasem, BPBD Bali Salurkan Santunan untuk Korban, Simak Beritanya! |
![]() |
---|
FIRASAT Tidak Baik! Diungkapkan Korban Selamat Longsor di Karangasem, Gali Batu Hari Kajeng Kliwon! |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.