Kecelakaan Jalur Tengkorak

TABRAKAN Maut Kembali Terjadi di Jalur Tengkorak Denpasar-Gilimanuk, Perempuan 63 Tahun Tewas di TKP

Menurut informasi yang diperoleh, peristiwa tabrakan maut yang terjadi di kilometer 118-119 Banjar Sumbersari, Kecamatan Melaya.

Tribun Bali/Prima
Ilustrasi mayat - Seorang pengendara sepeda motor asal Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Buleleng, diketahui bernama Ketut Sutarmi (63) meninggal dunia di tempat usai mengalami tabrakan maut di jalur tengkorak Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk wilayah Jembrana, Jumat 15 September 2023. 

TRIBUN-BALI.COM - Tragedi tabrakan maut kembali terjadi di jalur tengkorak

Seorang pengendara sepeda motor asal Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Buleleng, diketahui bernama Ketut Sutarmi (63) meninggal dunia di tempat usai mengalami tabrakan maut di jalur tengkorak Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk wilayah Jembrana, Jumat 15 September 2023.

Ia mengalami cedera kepala berat (CKB) serta mengalami cedera parah pada kedua kakinya.

Menurut informasi yang diperoleh, peristiwa tabrakan maut yang terjadi di kilometer 118-119 Banjar Sumbersari, Kecamatan Melaya, tersebut terjadi sekitar pukul 13.30 WITA.

Bermula dari sepeda motor matik DK 5310 FBZ yang dikendarai Ketut Sutarmi (63), membonceng Ni Made Sudarmini (59) bergerak dari arah Gilimanuk menuju arah Denpasar.

Baca juga: Kasus Buka Paksa Portal, Polisi Periksa Ketua PHDI Bali, Tinggal Gelar Perkara Penetapan Tersangka!

Baca juga: Dana Rp 5 Miliar Digelontorkan Pemkab Karangasem, Menata Persimpangan Susuan yang Rusak karena Hujan

Polisi saat melakukan olah TKP di lokasi kejadian kecelakaan maut di Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk, Banjar Sumbersari, Desa/Kecamatan Melaya, Jembrana, Jumat 15 September 2023 sore.
Polisi saat melakukan olah TKP di lokasi kejadian kecelakaan maut di Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk, Banjar Sumbersari, Desa/Kecamatan Melaya, Jembrana, Jumat 15 September 2023 sore. (Foto istimewa Satlantas Polres Jembrana)

 

Setibanya di TKP, atau saat memasuki jembatan dan mendekati tikungan tajam ke kiri (dari arah barat), sepeda motor tersebut mengambil haluan ke kanan hendak mendahului kendaraan truk tak dikenal di depannya.

Namun begitu, ketika sudah berada di jalur kanan, dari arah berlawanan justru datang mobil nomor polisi DK 1889 BA yang dikemudikan oleh warga asal Surabaya, Jawa Timur bernama Soehartono (69). Karena jarak yang begitu dekat, kecelakaan tersebut tak terhindarkan.

Akibatnya, pengemudi sepeda motor diduga mengalami benturan dan menderita cedera kepala berat (CKB) serta patah tulang, pada kedua kakinya dan dinyatakan meninggal dunia di TKP.

Sementara yang dibonceng mengalami kaki sakit tidak bisa digerakan dan kondisi sadar.

"Satu orang pengendara sepeda motor meninggal dunia di tempat usai kejadian. Yang dibonceng mengalami luka ringan," ungkap Kasat Lantas Polres Jembrana, AKP Ni Putu Meipin Ekayanti, Jumat 15 September 2023.

Dia melanjutkan, dari hasil olah TKP dan pemeriksaan saksi, disebutkan bahwa peristiwa tersebut terjadi saat sepeda motor hendak mendahului truk tak dikenal.

Saat berada di jalur lawan, sebuah mobil datang dari arah berlawan sehingga terjadi kecelakaan.

Selain mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan satu orang luka ringan, juga mengakibatkan kerugian materiil sekitar Rp25 juta.

"Kami imbau bagi pengendara yang hensak mendahului kendaraan agar memerhatikan kondisi arus lalu lintas. Sehingga ke depannya hal serupa tak diharapkan terulang kembali," imbaunya. (*)

 

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved