Berita Klungkung

Penyeberangan Nusa Penida Ramai Setelah Nyepi Segara, Jumlah Penumpang 2 Kali Lipat dari Hari Biasa

Penyebrangan menuju Nusa Penida membeludak setelah pelaksanaan Nyepi Segara, Minggu (1/10).

Tribun Bali/Eka Mita Suputra
PENYEBERANGAN RAMAI - Penumpang di Pelabuhan Tribuana tampak ramai, Minggu (1/10). Aktivitas penumpang membeludak setelah pelaksanaan Nyepi Segara di Nusa Penida.  

TRIBUN-BALI.COM - Penyebrangan menuju Nusa Penida membeludak setelah pelaksanaan Nyepi Segara, Minggu (1/10). Terjadi peningkatan penyebrangan dua kali lipat dibandingkan hari-hari normal.

Petugas Dinas Perhubungan Klungkung di Pelabuhan Tribuana, Desa Kusamba, Kadek Suardika mengatakan, aktivitas penyeberangan kembali normal Pukul 07.00 Wita. Sejak pagi, Pelabuhan Tribuana sudah dipadati oleh penumpang yang hendak menyebrang ke Nusa Penida.

"Terjadi penumpukan penumpang yang sudah antre membeli tiket untuk menyeberang ke Nusa Penida karena hari ini (kemarin) masih dalam suasana liburan akhir pekan," ujar Kadek Suardika.

Tak hanya warga lokal, tampak beberapa wisatawan asing juga memenuhi pelabuhan. Saat Nyepi Segara Sabtu kemarin, para wisatawan tidak bisa ke Nusa Penida karena aktivitas penyeberangan dari Kusamba, Sanur, maupun dari Padang Bai ditutup selama sehari penuh.

Operator fastboat, Jeni mengatakan, setelah aktivitas penyeberangan tutup sehari, penumpang menuju Nusa Penida meningkat hingga dua kali lipat. Ia memastikan boat tetap mengangkut penumpang sesuai kapasitasnya.

Baca juga: Tabrakan Beruntun! 5 Kendaraan Terlibat Kecelakaan di Desa Gitgit Buleleng, Begini Kondisi Korban!

Baca juga: Curanmor di Bali, Waspada Motor Tanpa Kunci Setang, Pelaku di Buleleng Tertangkap,di Klungkung Buron

Suasana kemacetan di Nusa Penida, Minggu (1/20/2023).
Suasana kemacetan di Nusa Penida, Minggu (1/20/2023). (Istimewa)

Meskipun ada peningkatan penumpang, waktu keberangkatan masih bisa dilakukan sesuai jadwal normal, yakni pagi pukul 07.00 Wita hingga terakhir sore pada pukil 17.00 Wita. "Kami mengoperasikan delapan fastboat, dan memang kalau lagi rame-ramenya terkadang harus antre tapi tidak terlalu lama," ungkap Jeni.

Ia sangat memaklumi dengan penutupan penyeberangan selama sehari penuh karena Nyepi Segara. Bagi dia, hal ini sudah sudah biasa setiap tahunnya dan warga sudah diinformasikan sebelumnya.

Nyepi segara digelar di perairan Nusa Penida, Sabtu (31/9) serangkaian piodalan Purnama Kapat di Pura Dalem Ped Nusa Penida. Saat nyepi segara, selama 24 jam penuh tidak diperkenankan melakukan segala aktivitas di perairan Nusa Penida dari nelayan sampai penyeberangan.

Pelaksanaan Nyepi Segara ini sebagai bentuk menjaga hubungan antara manusia dengan alam. Dengan Nyepi Segara, masyarakat memberikan penghormatan dan rasa terima kasih ke lautan yang selama ini telah memberi penghidupan ke warga. (mit)

 

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved