Pilpres 2024

Soal Putusan MK Untungkan Gibran, Rocky Gerung: Sudah Diintervensi dan Direkayasa Jokowi

Soal Putusan MK Untungkan Gibran, Rocky Gerung: Sudah Diintervensi dan Direkayasa Jokowi

Instagram
Rocky Gerung Sebut Presiden Jokowi Tidak Paham Pancasila, Bentuk Penghinaan Simbol Negara? 


TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Polemik putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mengakomodir putra Presiden Joko Widodo (Jokowi) maju sebagai calon wakil presiden menuai kritikan keras.

Akademisi Rocky Gerung meyakini ada peran kuat Jokowi dibalik putusan MK tersebut.

"Semua sudah diintervensi dan direkayasa oleh Jokowi," kata Rocky Gerung dalam pesan suara yang dikirim kepada media, Jumat (20/10/2023).

Baca juga: Polda Bali Tetapkan Wanita di Ubud Jadi Tersangka, Bujuk Rayu Berujung Rugi Rp 3,1 Miliar

Pernyataan Rocky Gerung juga bisa dilihat di akun YouTube @Rocky Gerung Official dan video Youtube Tribunnews.com.

Diketahui, MK mengabulkan judicial review (uji materi) Pasal 169 huruf q Undang-Undang (UU) No 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, yang diajukan mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta Almas Tsaqibbirru yang merupakan anak dari Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman.

Almas mengajukan permohonan perkara Nomor 90/PUU-XXI/2023 yang memohon syarat pencalonan capres dan cawapres diubah menjadi berusia paling rendah 40 tahun atau berpengalaman sebagai kepala daerah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota. Permohonan tersebut dikabulkan MK.

Baca juga: Ketua KPU Sebut Berkas Lengkap! Pasangan Anies-Muhaimin & Ganjar-Mahfud Mendaftar Pilpres 2024

Dengan demikian, Gibran yang baru berusia 36 tahun pun bisa maju sebagai capres/cawapres. Gibran sendiri mengaku ditawari Prabowo Subianto untuk menjadi cawapresnya.

Sebab itu, kata Rocky, pernyataan Jokowi bahwa soal putusan MK itu hendaknya ditanyakan ke MK atau pakar, bukan ke dirinya, seperti yang ditayangkan YouTube Sekretariat Negara, itu basa-basi belaka.

"Padahal pernyataan itu sudah disiapkan sebelumnya, karena putusan MK sudah diketahui. Itu semua sudah direkayasa," jelas Rocky sambil menyebut Ketua MK Anwar Usman adalah ipar Presiden Jokowi merupakan fakta yang terbantahkan bahwa Jokowi dengan mudah bisa mengintervensi MK.

Begitu pun ihwal pernyataan Jokowi soal Gibran bisa menjadi cawapres yang diklaim bukan urusan dirinya, melainkan urusan parpol, itu juga dinilai Rocky sekadar basa-basi belaka.

"Bukan urusan saya (Jokowi). Tapi saya bisa intervensi parpol untuk urusan capres/cawapres. Intervensi. Cawe-cawe. Sama saja," cetusnya.

Putusan MK yang diintervensi Jokowi tersebut telah mencoreng wajah demokrasi Indonesia.

"Sebab itu, Jokowi sebenarnya telah melakukan perbuatan tercela, dengan mengintervensi MK dan parpol serta cawe-cawe soal capres," tukasnya.

Rocky pun mendesak parpol-parpol yang merasa kecewa kepada Jokowi, terutama PDI Perjuangan karena Gibran akan menjadi cawapres bagi Prabowo, bisa mengajukan impeachment atau pemakzulan Presiden Jokowi dengan tuduhan telah melakukan perbuatan tercela.

"Saya bukan ngompor-ngompori. Tapi mestinya parpol-parpol yang kecewa karena telah diintervensi, termasuk PDIP, melakukan impeachment," tukasnya.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved