Berita Denpasar
Rekanan Kena Denda, 3 Proyek Pembangunan Gedung Sekolah di Denpasar Molor
Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar melakukan pembangunan 21 gedung sekolah pada Tahun Anggaran 2023 ini.
Penulis: Putu Supartika | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar melakukan pembangunan 21 gedung sekolah pada Tahun Anggaran 2023 ini.
Dari 21 proyek sekolah tersebut merupakan gedung Sekolah Dasar (SD) dan satu unit gedung sekolah baru yaitu SMPN 16 Denpasar.
Masa kalender pelaksanaan pengerjaan proyek tersebut berakhir pada 17 sampai 22 Desember 2023. Namun ada proyek yang tidak sesuai target penyelesaian atau molor.
Baca juga: DPRD Bali Minta PLN Konsisten Urus Izin Proyek Terminal LNG
Hal tersebut diungkapkan Kadisdikpora Denpasar, AA Gede Wiratama yang diwawancarai pada Jumat (22/12). Ada tiga pembangunan gedung SD yang molor di Denpasar.
Rekanan yang menggarap ketiga sekolah tersebut pun dikenai denda penalti.
Wiratama menjelaskan, keterlambatan penyelesaian proyek tersebut, salah satunya akibatkan pemborong yang menangani proyek tersebut meninggal dunia.
Baca juga: Proyek Perbaikan Jalan Dewi Sri Kuta Akan Segera Rampung, Pemkab Badung Pastikan Banjir Teratasi
Akibatnya, penggarapan proyek sempat tertunda akibat upacara yang dilakukan pihak keluarga.
Setelah upacara selesai, pihak rekanan akhirnya kembali melanjutkan pekerjaan yang tertunda.
Penggantinya, yakni anak dari pihak rekanan yang menggarap tersebut.
“Karena bapaknya meninggal, akhirnya diambil anaknya, namun karena baru sehingga ada sedikit keterlambatan,” kata Wiratama.
Baca juga: Kejari Gianyar Pastikan Tak Ada Proyek Bermasalah, Eko: Kita Berikan Pendampingan Hukum
Ia menyebutkan, dua dari tiga sekolah yang molor tersebut yaitu SDN 3 Ubung dan SDN 17 Pemecutan.
“Dua sekolah itu digarap rekanan yang meninggal dunia. Satu lagi saya lupa nama sekolahnya,” katanya.
Ia mengatakan, pembangunan gedung SDN 17 Pemecutan seharusnya rampung pada 17 Desember 2023 lalu.
Namun proyek ini molor selama 14 hari. Sementara untuk SDN 3 Ubung seharusnya tuntas pada 22 Desember 2023.
“Karena molor, sesuai aturan mereka dikenai denda,” katanya.
Meskipun ada tiga sekolah molor, namun Wiratama mengatakan, secara umum semua proyek yang digarap tahun ini berjalan lancar.
Perbaikan Secara Bertahap
Kabid Pendidikan SD Disdikpora Denpasar, Nyoman Suryawan, mengatakan Disdikpora telah mendata sejumlah sekolah yang kondisinya perlu mendapat perbaikan.
Dari 176 SD, hampir setengahnya perlu perbaikan, baik sekala ringan, sedang, maupun berat. Di sisi lain, akibat keterbatasan anggaran yang ada, perbaikan sekolah dilakukan secara bertahap.
Baca juga: Sidak Proyek Sasana Budaya, Tipikor Polres Bangli Temukan Konsultan Pengawas Tak Ada Di Lokasi
Dikatakan, pada tahun 2023 ini mendapat jatah 20 sekolah SD dan satu SMP baru. Adapun 20 sekolah yang mendapat pembangunan RKB yakni SDN 10 Pedungan, SDN 10 Sumerta, SDN 13 Dauh Puri, SDN 13 Pemecutan, SDN 14 Dauh Puri, SDN 14 Kesiman, SDN 15 Pemecutan, SDN 17 Pemecutan, SDN 1 Renon, SDN 1 Ubung.
Kemudian ada SDN 21 Dangin Puri, SDN 2 Padangsambian, SDN 2 Penatih, SDN 3 Padangsambian, SDN 3 Renon, SDN 3 Ubung, SDN 5 Peguyangan, SDN 5 Sanur, SDN 6 Peguyangan, dan SDN 9 Kesiman.
Di mana anggaran untuk pembangunan RKB di 20sekolah tersebut Rp77 miliar lebih. Jumlah sekolah yang mendapat pembangunan RKB di tahun 2023 ini lebih banyak ketimbang tahun 2022 lalu.
Di mana tahun 2022 ini, Denpasar membangun ruang kelas baru (RKB) untuk 11 SD. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.