Ayah I Nyoman Suwirta Meninggal

Ayah Mantan Bupati Klungkung Meninggal Dunia di Usia 96 Tahun, Beliau Tinggalkan Kami Selamanya

Bagi Suwirta, perjuangan orangtuanyalah, yang membuat dirinya bisa melewati berbagai tantangan selama 10 tahun memimpin Klungkung.

TRIBUN-BALI.COM / Eka Mita Suputra
Mantan Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta ketika merawat sang ayah, Made Baum (96) yang terbaring lemah diusia renta, Minggu 15 Desember 2023 - Ayah Mantan Bupati Klungkung Meninggal Dunia di Usia 96 Tahun, Beliau Tinggalkan Kami Selamanya 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Duka menyelimuti keluarga mantan Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta.

Ayah dari Suwirta, Made Baum (96), meninggal dunia di RSUD Klungkung.

Suwirta mengabarkan kepergian sang ayah lewat akun media sosialnya, Rabu 27 Desember 2023.

“26.12.2023 jam 14.15 Beliau Tinggalkan Kami Selamanya.”

Baca juga: KABAR DUKA! Ayah Mantan Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta Meninggal Dunia

Tulis Suwirta disertai video ketika sang ayah dirawat hingga meninggal.

“Selamat jalan Bapak. Terima kasih kepada Pak Direktur RSUD Klungkung beserta jajaran yang sudah memberikan yang terbaik. Matur suksma doanya sareng sami,” tulisnya.

Direktur RSUD Klungkung, dr I Nyoman Winata, mengungkapkan Made Baum meninggal dunia pada Selasa 26 Desember 2023.

Menurut Winata, Baum menghembuskan napas terskhirnya pukul 13.30 Wita.

"Beliau (Made Baum) meninggal dunia pukul 13.30 Wita," ujar Winata.

Sebelum meninggal dunia, Made Baum selama 14 hari dirawat intensif di RSUD Klungkung.

Made Baum dirawat karena mengalami penyakit komplikasi, dikarenakan faktor usia yang sudah renta.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, almarhum Made Baum akan diaben di tempat kremasi di Desa Sulang, Klungkung, 2 Januari 2024 mendatang.

Made Baum merupakan sosok penting, dibalik kesuksesan Suwirta menjabat sebagai Bupati Klungkung selama 2 periode dari 2014 sampai 2023.

Bagi Suwirta, perjuangan orangtuanyalah, yang membuat dirinya bisa melewati berbagai tantangan selama 10 tahun memimpin Klungkung.

"Astungkara, di akhir masa jabatan saya, saya bisa mengajak orangtua saya di rumah ini. Sejak awal menjabat, orangtua saya dua kali ke Klungkung, hanya mengantar saat saya pelantikan. Beliau tidak mau di rumah dinas, katanya takut dan malu," kenang Suwirta belum lama ini.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved