Suami Mutilasi Istri di Malang

Sebelum Kejadian Tragis, Keluarga Sudah Larang Ni Made Sutarini ke Malang, Sempat Dapat Ancaman

Keluarga Ni Made Sutarini (55) di Bali sempat larang korban pergi ke Malang untuk bertemu sang suami James Loodewyk Tomatala (61)

Editor: I Putu Juniadhy Eka Putra
Kolase @joshuanade
Ni Made Sutarini (55), ibu di Malang dibunuh dan dimutilasi oleh suaminya sendiri di dalam rumah 

"Dia (James) ke sini marah-marah. Nanya di mana Made (Sutarini)," ungkap Surata.

James berada di rumah Sutarini sekitar 2 jam, dan terus marah-marah menanyakan keberadaan Sutarini.

Padahal Sutarini berada di rumah kerabatnya di Surabaya.

"Saya diminta menelepon, tapi saya dapat kode dari anaknya untuk tidak bilang keberadaan Sutarini. Saya katakan teleponnya menghubungi dan tidak diangkat," ungkap dia.

Baca juga: Kisah Cinta Ni Made Sutarini dan James yang Berakhir Pilu, Kecantol saat Dirawat di Rumah Sakit

Bahkan sebelum pergi, James sempat mengancam akan membunuh Sutarini jika ketemu.

"(James) sempat bilang, kalau ketemu, saya bunuh dia (Sutarini). Suaminya sempat mengancam seperti itu," terang Surata.

Ancaman Hukuman Mati

Dari hasil penyelidikan sementara Polresta Malang, permasalahan rumah tangga menjadi motif sang suami tega menghabisi nyawa sang istri, Sutarini.

"Motifnya permasalahan rumah tangga. Karena si istri sudah lama tidak kembali ke rumah," kata Kasat Reskrim Polresta Malang Kota, Kompol Danang Yudanto, dikutip suryamalang.com, Senin (1/1).

Sutarini sempat datang lagi ke rumah pada Sabtu (30/12), namun justru malah terjadi cekcok di dalam rumah.

"Tidak lama kemudian, sama sekali tidak terdengar suara korban. Kemudian korban ditemukan dalam kondisi terpotong beberapa bagian," ujarnya.

Polisi menunjukkan barang bukti kasus suami mutilasi istri di Kota Malang pada Selasa 2 Januari 2024.
Polisi menunjukkan barang bukti kasus suami mutilasi istri di Kota Malang pada Selasa 2 Januari 2024. (SURYAMALANG.COM/Kukuh Kurniawan)

Setelah membunuh dan memutilasi istrinya, James tak langsung menyerahkan diri. Dia kebingungan menyembunyikan jasad istrinya. Potongan tubuh korban sempat dimasukkan ke dalam ember lalu ditaruh di halaman rumah depan pagar ungu.

Di TKP juga ditemukan kantong plastik yang diduga akan digunakan untuk membuang potongan tubuh korban. Namun, James akhirnya urung membuang potongan tubuh sang istri, ia justru mendatangi Polsek Blimbing untuk menyerahkan diri.

Kepada polisi, tersangka mengaku menyerahkan diri bukan karena kesusahan membuang potongan tubuh istrinya. Dia menyerahkan diri karena menyesal.

Salah seorang tetangga bernama Endah menuturkan sosok James dikenal temperamental. Ia juga diketahui kerap melakukan KDRT. "Sering KDRT," ujar Endah.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved