Suami Mutilasi Istri di Malang

Sebelum Kejadian Tragis, Keluarga Sudah Larang Ni Made Sutarini ke Malang, Sempat Dapat Ancaman

Keluarga Ni Made Sutarini (55) di Bali sempat larang korban pergi ke Malang untuk bertemu sang suami James Loodewyk Tomatala (61)

Editor: I Putu Juniadhy Eka Putra
Kolase @joshuanade
Ni Made Sutarini (55), ibu di Malang dibunuh dan dimutilasi oleh suaminya sendiri di dalam rumah 

James lanjut Endah juga diketahui jarang bergaul dengan masyarakat sekitar rumah tinggalnya. "Antisosial, enggak kenal tetangga," ujar Endang.

Senada, ketua RT Slamet Affandi bercerita James merupakan sosok yang keras. "Sering bertengkar dengan korban," katanya.

James juga tidak pernah bersosialisasi dengan tetangga lain. "Jarang berinteraksi dengan tetangga," katanya.

Baca juga: Jenazah Ni Made Sutarini Diaben Hari Ini oleh PHDI Malang, Keluarga dari Bali Bawa Air Suci

Slamet mengatakan Sutarini kurang lebih satu tahun tidak pulang ke rumah. "Awal tahun 2023 istrinya itu minggat enggak kembali lagi," ujarnya.

Satreskrim Polresta Malang Kota menjerat tersangka James dengan pasal berlapis. Dari beberapa pasal yang dikenakan kepada tersangka, salah satunya adalah pasal pembunuhan berencana.

"Tersangka kami jerat dengan Pasal Pasal 351 ayat (3) KUHP subsider Pasal 338 KUHP subsider Pasal 340 KUHP subsider Pasal 44 ayat (3) UU RI No 23 Tahun 2004 Tentang Penghapusan Kekerasan

Dalam Rumah Tangga. Dengan ancaman hukuman mati atau seumur hidup," ujarnya kepada suryamalang.com pada Selasa 2 Januari 2024.

Ada beberapa alasan tersangka James Loodewyk Tomatala dijerat dengan pasal berlapis. Salah satu pasalnya adalah pasal pembunuhan berencana.

"Jadi, mutilasi dan pembunuhan ini telah direncanakan oleh tersangka. Hal itu diperkuat dengan barang bukti yang ditemukan di TKP, salah satunya adalah kantong kresek berukuran besar yang baru dibeli oleh tersangka. Kantong kresek itu akan dipakai untuk membungkus potongan tubuh korban. Dan diduga, tersangka berencana akan membuang potongan tubuh korban, namun urung dilakukan karena kebingungan," bebernya.

Selain itu, polisi mendapati bahwa lokasi kejadian juga sudah dibersihkan oleh tersangka.

"Saat kami datang ke TKP, lokasinya sudah bersih dan tidak ada darah. Begitu juga potongan tubuh korban, sudah dibersihkan. Selain itu, pakaian korban juga sudah dibersihkan dan dicuci dalam rendaman deterjen," terangnya.

(*)

(mit/suryamalang.com)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved