Pria Tewas di Sempidi Badung

MOHON BANTUAN Semeton Bali, Keluarga Korban Pembacokan di Sempidi Butuh Biaya Penguburan

MOHON BANTUAN Semeton Bali, Keluarga Korban Pembacokan di Sempidi Butuh Biaya Penguburan

Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
MOHON BANTUAN Semeton Bali, Keluarga Korban Pembacokan di Sempidi Butuh Biaya Penguburan 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kepala Bidang Humas Polda Bali, Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan mengatakan bahwa pelaku pengeroyokan baik kasus di Jalan Raya Sempidi, Badung maupun di Jalan Gunung Soputan Denpasar, Bali, sama - sama masih buron.

Kasus pengeroyokan dan pembacokan itu menjadi atensi langsung Kapolda Bali Irjen Pol Ida Bagus Kd Putra Narendra.

Kapolda Bali memberikan perintah agar kasus pengeroyokan tersebut benar-benar dituntaskan karena sudah meresahkan hingga menimbulkan korban jiwa. 

Polda Bali pun mengerahkan jajaran Direktorat Reserse Kriminal Umum (Reskrimum) yang memback-up Polres Badung dalam proses penyelidikan pelaku yang saat ini tengah dilakukan mulai dari mengecek CCTV (Closed Circuit Television) hingga menggali keterangan saksi-saksi di lokasi. 

Baca juga: Ini Ciri Pelaku Pengeroyokan di Gunung Soputan Denpasar, Modus Mirip Kasus Sempidi

"Kasus ini atensi langsung dari Kapolda Bali selain meresahkan juga telah menimbulkan korban jiwa, kami sudah melakukan pengejaran atau pengungkapan, Polres Badung diback up oleh Reskrimum lakukan penyelidikan antara lain kita cek CCTV dari seputaran lokasi untuk bisa dapatkan identitas maupun lainnya saat ini lagi didalami, termasuk rekaman video viral dan keterangan saksi," ujar Kombes Pol Jansen dijumpai di Polda Bali, pada Rabu 17 Januari 2024. 

Saat ini informasi yang didapati dari penyelidikan Polda Bali dalam kasus pengeroyokan yang mengakibatkan tewasnya Adhi Putra Krismawan (23) asal Buleleng adalah pelaku merupakan gerombolan anak muda menggunakan 7 unit sepeda motor berjumlah sekitar 12 orang menggunakan pakaian serba hitam. 

"Kasus ini sudah dilaporkan, saksi tidak melihat ciri pelaku secara jelas, dan motifnya juga masih didalami," jelasnya. 

Baca juga: Pisau Pelaku Pengeroyokan di Sempidi Tembusi Jantung, Ibunya Shock Nonton Video Putranya Dihajar

Sedangkan dalam kasus pengeroyokan di Jalan Gunung Soputan, Denpasar, pelaku menggunakan 5 unit motor berjumlah sekitar 10 orang dengan sengaja menggeber motor dan mengacungkan jari tengah.

Lalu memukul korban dengan kayu, terdapat 3 korban dalam kasus pengeroyokan yang juga belum jelas motifnya ini. 

"Polresta Denpasar sudah meminta keterangan 3 korban, ciri-ciri pelaku sudah dikantongi dan diatensi bersama Polda Bali untuk dilanjutkan proses hukum lebih lanjut, kami memeriksa TKP, CCTV, saksi dan bukti lain," tuturnya. 

"Ciri ciri pelaku yang sudah didapat dari saksi pelaku menggunakan 3 motor Vixion warna hijau, kuning dan hitam semua berboncengan dan semua datang arah timur," imbuhnya.

Dari dua kasus tersebut yang baru dapat disimpulkan adalah waktu keuda persitiwa terjadi yakni pukul 00.30 WITA dan 02.30 WITA, yang artinya jam tersebut menjadi jam-jam rawan untuk itu Polda Bali meningkatkan patroli pengawasan untuk menjaga kondusifitas. 

Sementara itu, mengenai adanya dua kasus pengeroyokan ini menjadi bibit munculnya semacam aksi Klitih di Yogyakarta, yang mana pelaku yang mayoritas berusia remaja dengan asal melukai korban tanpa ada sebab, yang hanya ingin berbuat rusuh untuk eksistensi, Kabid Humas belum mendapati indikasi adanya hal itu. 

"Sejauh ini masih dilakukan pendalaman penyelidikan dari dari Polresta Denpasar dan Polres Badung, klitih kita belum melihat ada hubungannya dengan kedua peristiwa tersebut," ujar dia. 

"Dugaan peristiwa aksi ini direncanakan atau pengaruh medsos sedang didalami motifnya," sambungnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved