Pria Tewas di Sempidi Badung

MOHON BANTUAN Semeton Bali, Keluarga Korban Pembacokan di Sempidi Butuh Biaya Penguburan

MOHON BANTUAN Semeton Bali, Keluarga Korban Pembacokan di Sempidi Butuh Biaya Penguburan

Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
MOHON BANTUAN Semeton Bali, Keluarga Korban Pembacokan di Sempidi Butuh Biaya Penguburan 

Melihat sang anak tewas dengan kondisi mengenaskan, Suki berharap polisi bisa segera menangkap para pelaku.

Ia juga meminta agar pelaku dapat dijerat dengan hukuman seberat-beratnya. "Kami harap kasusnya diusut setuntas-tuntasnya dan seadil-adilnya.

Hukuman yang diberikan kepada para pelaku harus setimpal, biar kasus seperti ini tidak lagi terjadi di Bali," harapnya. 

Rencananya jenazah Adhi akan dimakamkan di Taman Makam Umat Kristiani wilayah Kelurahan Liligundi, Kecamatan Buleleng pada Sabtu (20/1) siang.

"Untuk biaya pemakaman, kami hanya bisa berharap ada bantuan dari teman-teman. Untuk peti sudah ada yang bantu," ungkapnya lirih.

Keluarga Harap Ada Bantuan Biaya Penguburan dan Sekolah Anak Almarhum Adhi

Tewasnya Adhi Putra Krismawan (23) secara mengenaskan akibat dikeroyok sejumlah pemuda di wilayah Kelurahan Sempidi, Kecamatan Mengwi, Badung menyisakan luka mendalam bagi keluarga besarnya. Pasalnya akibat kejadian ini, anak almarhum yang saat ini masih berusia 3,5 tahun kini menjadi anak yatim. 

Ayah almarhum bernama Made Suki Arsawan (55) mengatakan, Adhi bersama istrinya telah lama bercerai, atau sejak anak semata wayangnya itu masih bayi. Sejak bercerai, sang anak tinggal di Jalan Pulau Sumatera, Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Buleleng. "Dari kecil anaknya itu kami yang merawat. Ibunya sudah pergi sejak cerai. Kasian anaknya sekarang sudah tidak punya orang tua," ungkap Suki ditemui di rumah duka, Rabu (17/1). 


Terlebih yang membuat keluarga semakin terpukul, Adhi memutuskan pergi ke Bali Selatan sejak 27 Desember untuk mencari pekerjaan, agar dapat membiayai sekolah sang anak. Namun kini Adhi telah tiada. Ia meninggal dunia akibat dikeroyok oleh sejumlah pemuda pada Selasa dinihari kemarin. 


Suki pun berharap ada uluran tangan para dermawan untuk dapat membantu biaya sekolah anak almarhum Adhi. Mengingat perekonomian Suki juga terbatas. Ia hanya lah seorang buruh harian lepas. Bahkan menurut Lurah Kampung Baru Made Pasek Mudhana, Suki tergolong kurang mampu sehingga masuk dalam data penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). 


"Kami berharap anak almarhum ada yang bantu agar bisa sekolah. Untuk biaya pemakaman juga kami hanya bisa menunggu bantuan dari kerabat-kerabat," kata Suki lirih. 


Sementara penggiat sosial Ary Ulangun menyebut pihaknya akan membantu keluarga almarhum Adhi dengan membuka  donasi melalui Komunitas 10 Ribu Untuk Mimpi. Donasi yang dibuka akan diserahkan kepada keluarga almarhum baik untuk membantu biaya pemakaman, kebutuhan pangan, hingga biaya sekolah anak almarhum. 


"Kebetulan salah satu keluarga almarhum menghubungi saya, agar anak almarhum bisa dibantu. Kami datang ke rumah duka untuk jenguk agar tau kebutuhannya apa saja, kemudian nanti akan kami komunikasikan dengan teman-teman di komunitas," jelasnya saat ditemui di rumah duka almarhum Adhi. (rtu) 

 

 

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved