TKI Asal Bali Meninggal di Jepang
Jerit Hati Keluarga Ida Bagus Subali, Layon TKI Jembrana Terkendala Biaya Pemulangan
Jerit Hati Keluarga Ida Bagus Subali, Layon TKI Jembrana Terkendala Biaya Pemulangan
Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Aloisius H Manggol
TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Nakerperin) Jembrana membantu komunikasi untuk pemulangan layon TKI, Ida Bagus Subali yang meninggal di Jepang.
Sebab, saat ini pihak keluarga menemui kendala anggaran untuk biaya pemulangan dari Jepang ke Bali.
Disebutkan, biaya pemulangan jenazah Ida Bagus Subali dari Jepang ke Bali mencapai Rp120 Juta.
Kabid Penempatan Naker, Disnakerperin Jembrana, Putu Agus Arimbawa menjelaskan, pihaknya telah berkomunikasi dengan keluarga TKI tersebut.
Baca juga: Terungkap Korban Sempidi Tak Ada Masalah dengan Para Pelaku, Tapi Pisau Tembusi Jantungnya
Dan ternyata, TKI asli Jembrana yang tinggal di Denpasar tersebut sebelumnya berangkat ke Jepang lewat salah satu agen.
Belakangan terungkap, TKI asal Jembrana itu berangkat ke Jepang dalam kondisi sudah mulai sakit.
"Jadi setelah kita koordinasi, visa yang bersangkutan atau semeton kita tersebut sudah habis masa kadaluwarsanya," sebutnya.
Agus Arimbawa mengungkapkan, saat ini pihak keluarga sedang berupaya untuk melakukan komunikasi dan menyiapkan anggaran pemulangannya secara mandiri mengingat TKI asal Jembrana tersebut saat ini berstatus overstayer.
Baca juga: CCTV Ungkap Pelaku Penembakan WNA Turki di Vila Mengwi, Berusaha Lari dalam Kondisi Mengenaskan
Dan biaya pemulangan layon dari Jepang menuju Bali membutuhkan Rp120 Juta.
"Memang agak susah pemulangannya. Karena terkendala biaya yang begitu besar. Nilainya mencapai Rp120 juta," sebutnya.
Terpisah, kerabatnya yang juga Ketua Umum Puskor Hindunesia, Ida Bagus Ketut Susena mengatakan saat ini masih dalam proses pemulangan.
Namun begitu, ada kendala terkait anggaran atau biaya pemulangan layon dari Jepang ke Bali.
"Saat ini masih proses, semoga dilancarkan. Kita masih terkendala biaya pemulangannya saja. Kami mohon doa agar dilancarkan," ucapnya.
Sementara itu, Perbekel Batuagung, I Nyoman Sudarma membenarkan pihak keluarga TKI asal Jembrana itu sedang berupaya untuk memulangkan jenazah dari Jepang.
Ia mengatakan, pihaknya telah menerima informasi terkait adanya warga Banjar Anyar, Desa Batuagung yang menjadi TKI di Jepang meninggal dunia pada Selasa 23 Januari 2024.
"Informasinya, yang bersangkutan meninggal dunia karena sakit," kata Perbekel.
TKI Asal Bali yang Meninggal di Jepang Sempat Izin 3 Hari Karena Sakit
Jenazah Ida Bagus Subali, TKI asal Bali yang meninggal di Jepang masih belum bisa dipulangkan.
Saat ini hal itu masih berproses di kepolisian setempat.
Apalagi tak ditemukan paspor dari yang bersangkutan di kontrakannya.
Sehingga warga Bali yang membantu prosesnya masih menunggu data atau dokumen dari yang bersangkutan.
Salah seorang warga Bali yang bekerja di Jepang, I Gede Jumbawan menuturkan saat ini pihaknya telah menerima data diri dari pihak keluarga.
"Sudah diserahkan ke kepolisian dan sedang berproses. Nanti kalau sudah selesai di kepolisian baru dilimpahkan ke KBRI biasanya," terang lelaki asal Penyaringan Jembrana saat dihubungi Selasa 23 Januari 2023 sore.
Jumbawan menuturkan jika sebelum ditemukan meninggal di kamar kontrakannya, Ida Bagus Subali izin tiga hari karena sakit.
"Tapi beliau tidak menceritakan sakitnya apa. Tapi dari infoemasi keluarga pernah mengidap kencing manis. Tapi kondisinya memang terlihat lemas," tuturnya.
Kemudian pada Senin kemarin, salah seorang temannya yang merasa khawatir mendatangi kontrakannya pada siang harinya.
Saat dilihat, ditemukan dalam kondisi tidur, dan saat diperiksa ternyata sudah tak bernapas.
"Pemilik kontrakan kemudian membantu menghubungi ambulans. Dan memang dinyatakan sudah meninggal," katanya.
Tempat kontrakan almarhum berada di wilayah Omitama jepang.
Ia menambahkan, permintaan dari pihak keluarga, jenazah dikirim ke Jembrana.
Namun ia menambahkan, untuk pemulangan jenazah tersebut bisa membutuhkan biaya sampai Rp 100 juta.
Dan apabila menunggu dari Kemenlu atau KBRI untuk mendapat dana pemulangan jenazah menurutnya butuh waktu lama dan bisa mencapai tiga bulan.
Sehingga pihaknya mengaku akan berkoordinasi dengan pihak keluarga.
Dan kemungkinan warga di Bali di jepang akan bergotong royong membuka donasi untuk pemulangan jenazah tersebut.
"Nanti berapa dapat di sini, sisanya konsulatasi ke pihak keluarga. Di sini kami sangat solid apalagi sudah punya bale banjar," katanya.
Pihaknya juga menyebut beberapa orang yang turut membantu di jepang seperti I Gusti Ngurah Rai, Kopral Ibaraki atau I Gede Dangana dan Kadek Wisnawa. (*)
Sisa Donasi yang Terkumpul Akan Digunakan Untuk Biaya Ngaben dan Diserahkan Kepada Keluarga |
![]() |
---|
Almarhum Ida Bagus Subali Bekerja di Jepang Sejak 2020, Gunakan Visa Kunjungan |
![]() |
---|
Jenazah PMI Ida Bagus Subali Akhirnya Tiba di Bali Dengan Dana Donasi dan Fasilitasi Pemerintah |
![]() |
---|
BREAKING NEWS : Proses Pemulangan Panjang, Layon Ida Bagus Subali Akhirnya Tiba di Bali |
![]() |
---|
Pemulangan Jenazah Ida Bagus Subali dari Jepang Tinggal Tunggu Pencabutan Berkas di Kepolisian |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.