Petani Tersambar Petir di Jembrana

Prosesi Pengabenan Korban Dilangsungkan 30 Januari, Nunas Baos & Ngulapin di TKP dilaksanakan Besok

Prosesi Pengabenan Korban Dilangsungkan 30 Januari, Nunas Baos & Ngulapin di TKP dilaksanakan Besok

Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Fenty Lilian Ariani
zoom-inlihat foto Prosesi Pengabenan Korban Dilangsungkan 30 Januari, Nunas Baos & Ngulapin di TKP dilaksanakan Besok
Tribun Bali/ I Made Prasetia
Ipar korban, Ketut Sarya Widana saat menunjukkan foto korban semasa hidupnya di rumah duka wilayah Lingkungan Bilukpoh , Kelurahan Tegalcangkring, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, Minggu 28 Januari 2024.

Dia melanjutkan, meskipun pihak keluarga tak merasakan tanda apapun, justru korban Ni Wayan Suriati yang menunjukkan perilaku tak biasa.

Menurut penuturan kawan petani, korban Mek Yan ini sempat meminta difoto dengan posisi berdiri lalu melambaikan tangan.

"Sempat minta foto dengan tangan melambai. Biasanya, mungkin sebelumnya beliau tidak pernah sampai seperti itu (meminta foto)," tutur Ketut Sarya sembari terheran-heran. 

Disinggung mengenai keseharian korban, pria yang merupakan ipar korban ini menuturkan almarhumah adalah sosok wanita yang kuat serta multitalenta.

Bagaimana tidak, Mek Yan tak pernah memandang pekerjaan apapun dan memiliki banyak skill semasa hidupnya.

Mulai dari petani semangka, kerap membuat upakara Banten, hingga ahli memasak.

"Multi talenta sekali. Apa saja dikerjakan, mulai dari jadi petani, membuat upakara Banten hingga memasak. Kadang beliau dipanggil sebagai juru memasak saat hajatan-hajatan di tetangga," kenangnya. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved