TKI Asal Bali Meninggal di Jepang

Jenazah TKI Bali Ida Bagus Subali Tertahan di Kantor Polisi Jepang, Diprediksi Hingga 3 Bulan

Jenazah TKI Bali Ida Bagus Subali Tertahan di Kantor Polisi Jepang, Diprediksi Hingga 3 Bulan

ist
TKI asal Jembrana, Ida Bagus Subali semasa hidupnya. 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Layon Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Bali bernama Ida Bagus Subali kini masih berada di kantor kepolisian di Jepang.

Pihak kepolisian Jepang tengah melakukan penyelidikan atau investigasi terkait penyebab kematian TKI asal Bali tersebut.

Disisi lain, pihak keluarga juga intens berkomunikasi dengan Semeton Bali di Jepang untuk tindaklanjutnya.

Namun, untuk proses pemulangan layon mungkin akan membutuhkan waktu yang cukup lama. 

Baca juga: Kronologi Lengkap Siswi di Buleleng Dirudapaksa hingga Tertular Penyakit Kelamin

Perwakilan keluarga, IB Siwantara menuturkan, pihak keluarga lewat Ketua Umum Puskor Hindunesia, Ida Bagus Ketut Susena secara intens berkomunikasi dengan semeton Bali di Jepang.

Secara umum, kini layon Ida Bagus Subali sudah berada di kantor kepolisian di Jepang dengan aman dan terurus. 

"Informasi terakhir dari Semeton Bali di Jepang, pihak kepolisian sedang melakukan investigasi lebih lanjut," katanya saat dikonfirmasi, Selasa 30 Januari 2024. 

Dia melanjutkan, pihak keluarga di Bali diharapkan untuk tetap bersabar dan menunggu karena prosesnya memang memakan waktu yang cukup lama.

Baca juga: Ni Nyoman Sri Digerebek di Kos-kosan Jalan Gunung Himalaya Denpasar, Demi Uang Rp 50 Ribu

Mengingat almarhum sendiri berangkat ke luar negeri dengan jalur yang tak normal.

Kemungkinan hingga sebulan bahkan tiga bulan seperti peristiwa serupa yang pernah terjadi.

"Kita hanya bisa sabar menunggu dan berdoa prosesnya bisa lancar. Hanya tinggal menunggu waktu saja sembari melakukan penggalangan dana ke Semeton semua," ungkapnya. 

Sembari menunggu proses pemulangan, pihak keluarga juga sangat-sangat berharap peran pemerintah untuk membantunya kepulangan layon pahlawan devisa tersebut.

Selama ini komunikasi dengan pemerintah provinsi Bali, kabupaten Jembrana sudah terjalin dengan baik dan diharapkan bisa dibantu terutama untuk pendanaan pemulangan. 

"Tentunya kami tetap berharap peran negara dalam hal ini. Semoga bisa dibantu. Pihak Semeton bali di Jepang juga sudah membantu berupaya melakukan penggalangan dana untuk pemulangan layon," harapnya. 

Terpisah, Kabid Penempatan Naker, Dinas Nakerperin Jembrana, Putu Agus Arimbawa mengatakan hal senada.

Bahwa saat ini tengah berlangsung proses investigasi dari kepolisian Jepang terhadap peristiwa PMI asal Bali yang meninggal di kontrakannya tersebut. 

"Saat ini masih proses investigasi di Jepang. Semoga saja berjalan lancar dan aman selama prosesnya tersebut," harapnya.(*)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved