Petani Tersambar Petir di Jembrana

Santunan Korban Tersambar Petir di Jembrana, Tak Masuk Data Miskin, Anak-anaknya Yatim Piatu

Kepala Lingkungan Bilukpoh, I Nyoman Suadnyana menjelaskan, saat ini keluarga Ni Wayan Suriati belum masuk DTKS.

Tribun Bali/I Made Prasetia Aryawan
Suasana prosesi pengabenan korban sambaran petir, Ni Wayan Suriati yang diiringi ratusan krama di Setra Desa Adat Tegalcangkring, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, Selasa 30 Januari 2024 

"Suaminya meninggal enam bulan lalu. Selama itu, yang jadi tulang punggung keluarga adalah korban Ni Wayan Suriati serta anak laki-lakinya," ungkap Suadnyana.

Mereka bekerja di sawah, majejaitan atau membuat upakara banten untuk dijual.

Dengan musibah yang menimpa keluarga tersebut, pihaknya telah berupaya mencari bantuan untuk meringankan beban keluarga.

"Belum masuk ke DTKS, karena baru ditinggal suaminya enam bulan lalu. Tapi untuk saat kita sudah upayakan juga mencari sumbangan atau bantuan untuk keluarga almarhum," katanya.

Suadnyana mengatakan pihaknya telah mengusulkan bantuan berupa santunan kematian ke BPBD Jembrana yang sumber anggarannya dari BTT nantinya.

"Karena sudah diusulkan di BPBD, santunan kematian di Disdukcapil tidak diterima. Ini agar tidak dobel dan agar tidak menyalahi aturan nantinya," ucapnya. (mpa)

Kumpulan Artikel Jembrana

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved