Petani Tersambar Petir di Jembrana
Santunan Korban Tersambar Petir di Jembrana, Tak Masuk Data Miskin, Anak-anaknya Yatim Piatu
Kepala Lingkungan Bilukpoh, I Nyoman Suadnyana menjelaskan, saat ini keluarga Ni Wayan Suriati belum masuk DTKS.
Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
"Suaminya meninggal enam bulan lalu. Selama itu, yang jadi tulang punggung keluarga adalah korban Ni Wayan Suriati serta anak laki-lakinya," ungkap Suadnyana.
Mereka bekerja di sawah, majejaitan atau membuat upakara banten untuk dijual.
Dengan musibah yang menimpa keluarga tersebut, pihaknya telah berupaya mencari bantuan untuk meringankan beban keluarga.
"Belum masuk ke DTKS, karena baru ditinggal suaminya enam bulan lalu. Tapi untuk saat kita sudah upayakan juga mencari sumbangan atau bantuan untuk keluarga almarhum," katanya.
Suadnyana mengatakan pihaknya telah mengusulkan bantuan berupa santunan kematian ke BPBD Jembrana yang sumber anggarannya dari BTT nantinya.
"Karena sudah diusulkan di BPBD, santunan kematian di Disdukcapil tidak diterima. Ini agar tidak dobel dan agar tidak menyalahi aturan nantinya," ucapnya. (mpa)
Kumpulan Artikel Jembrana
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.