Berita Jembrana

Siswi di Jembrana Bali Ngaku Berhubungan dengan Kakak Ipar Sejak SMP, Ungkap Adanya Ancaman

Siswi di Jembrana Bali Ngaku Berhubungan dengan Kakak Ipar Sejak SMP, Ungkap Adanya Ancaman

Istimewa
Ilustrasi SMA 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Pengakuan menghebohkan diungkap seorang siswi SMA di Jembrana, gadis 16 tahun tersebut mengaku kerap diajak berhubungan layaknya suami istri oleh kakak iparnya.

Menurut pengakuannya, perlakuan bejat itu dilakukan kakak ipar sejak dirinya masih duduk dibangku SMP.

Saat ini gadis asal Kecamatan Jembrana, Bali itu merupakan siswi SMA.

Baca juga: Pernah Menangkan Jokowi di Bali, Wayan Koster Tak Dipilih Presiden, Ini Penjelasan Lengkap De Gadjah

Pengakuan anak dibawah umur itu telah dilaporkan ke Polres Jembrana agar ditindaklanjuti.

Pihak keluarga di Jembrana pun telah melakukan visum anak dibawah umur tersebut di RSU Negara.

Menurut informasi yang diperoleh, korban anak dibawah umur itu telah dipaksa berhubungan oleh kakak ipar korban sejak duduk di bangku SMP.

Baca juga: Istri di Jembrana Kaget Tau Suaminya Kerap Berhubungan dengan Adiknya, Terungkap Fakta Sebenarnya

Bahkan, perilaku menyimpang dari kakak ipar disebutkan membuat korban anak dibawah umur trauma hingga memutuskan untuk tidak melanjutkan sekolah lagi.

Setidaknya, korban sudah tidak sekolah di jenjang SMA sejak tiga bulan yang lalu.

Peristiwa ini pertama kali dicurigai oleh kakak kandung korban yang tak lain adalah istri dari terduga pelaku.

Setelah ditelusuri, ternyata kakak korban mendapatkan bukti bahwa adiknya memiliki hubungan dengan suaminya.

Hal ini pun memicu amarah pihak keluarga yang kemudian langsung melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Jembrana.

Setelah melapor, pihak keluarga juga melakukan visum ke rumah sakit terdekat.

"Informasinya sejak SMP (sudah berhubungan) dengan terduga pelaku (kakak ipar)," ungkap seorang sumber yang tak bisa disebutkan, Jumat 31 Mei 2024. 

Dia melanjutkan, perbuatan terduga pelaku tersebut berlangsung lama karena diiringi dengan sebuah ancaman dan paksaan.

Sehingga, kemungkinan karena masih ada hubungan keluarga, korban mengikuti saja.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved