Berita Bali

KISAH Ida Gede Sudikerta Fokus Jalan Spiritual, Lukat Politikus yang Nyaleg

Sementara itu, setelah menekuni dunia spiritual, kini ada banyak yang datang malukat ke kediaman Ida Gede Sudikerta.

TRIBUN BALI/ I PUTU SUPARTIKA
FOKUS SPIRITUAL - Ida Gede Sudikerta saat mengikuti prosesi Panglukatan Agung Banyupinaruh di Pantai Padanggalak, Kesiman, Denpasar, Minggu (14/7/2024). 

TRIBUN-BALI.COM - Mantan Wakil Gubernur Bali, I Ketut Sudikerta, yang sudah bergelar Ida Gede Sudikerta kini fokus pada jalan spiritual. Ida pun sudah seratus persen meninggalkan dunia politik dan beralih ke dunia spiritual.

“Terkait, Pemilu adalah swadharma sekala yang dijalankan pemerintah. Ida Gede sudah tidak di dunia politik dan sudah melepas dunia politik dan fokus ke spiritual,” kata Ida Gede Sudikerta saat diwawancarai usai mengikuti Panglukatan Agung Banyupinaruh di Pantai Padanggalak, Denpasar, Minggu (14/7/2024).

Dalam hajatan Pilkada yang berlangsung pada 27 November 2024 nanti, Ida berharap masyarakat semua berdoa agar bisa mendapatkan pemimpin yang berguna dan mengayomi masyarakat.

Pelaksanaan Pilkada juga diharapkan akan berjalan sejuk, damai, dan teduh. Sehingga bisa melahirkan pemimpin yang bisa mengayomi semua masyarakat tanpa pandang bulu.

Baca juga: Puluhan Ayam Mati Misterius, Warga Lepang Resah Anjing Liar Serang Ternak

Baca juga: 85 Jemaah Haji Asal Buleleng Kembali dengan Salamat

“Siapa yang jadi pemimpin silakan dan mengayomi masyarakat semua,” kata mantan politisi Golkar ini.
Ida juga menambahkan, pemimpin yang terpilih nantinya juga tak membedakan kalangan atas, bawah, maupun menengah. Selain itu, juga tidak membedakan pelayanan sesuai “warna” saja.

“Entah kalangan bawah, menengah, atas. Entah warna putih, merah, kuning, semua kalau sudah jadi pemimpin, semua dilayani dengan porsinya masing-masing. Tidak boleh mebina-binaan,” katanya.

Dirinya juga mengimbau agar masyarakat menggunakan hak pilihnya dengan sebaik-baiknya. “Agar melahirkan permimpin yang benar-benar bisa mengayomi masyarakatnya dan mau melaksanakan pembangunannya,” imbuhnya.

Sementara itu, setelah menekuni dunia spiritual, kini ada banyak yang datang malukat ke kediaman Ida Gede Sudikerta.

Tak hanya umat Hindu, namun juga umat lain yang datang untuk melakukan panglukatan.

“Tidak umat sedharma saja, kemarin ada 10 umat Islam membersihkan diri ke Ida Gede. Panglukatan yang Ida Gede berikan ada toya klebutan, toya panca warna, segara, campuhan. Tergantung minta apa, juga ada pelukatan Bhatara Guru dan lainnya,” ujarnya.

Yang menarik, Ida Gede juga melaksanakan prosesi malukat untuk beberapa politisi yang akan maju sebagai calon legislatif pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024 yang lalu.

Menurut Ida Gede, malukat ini adalah sebuah jalan untuk melakukan pembersihan diri. Siapapun diperbolehkan malukat untuk membersihkan diri dan jiwa. (sup)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved