Helikopter Jatuh di Bali
BUNTUT Helikopter Terlilit Tali Layang-layang di Badung, Satpol PP Turunkan 3 Layangan!
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Badung terus melakukan pemantauan udara pasca adanya helikopter terlilit tali layangan.
TRIBUN-BALI.COM - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Badung terus melakukan pemantauan udara pasca adanya helikopter terlilit tali layangan.
Pemantauan udara untuk memastikan tidak ada layangan yang terbang di radius yang dilalui pesawat atau helikopter.
Kasatpol PP Kabupaten Badung, IGAK Surya Negara, mengungkapkan Satpol PP Badung terus melakukan pemantauan udara. Mereka melakukan pemantauan laporan aktivitas layang-layang di wilayah Kuta Selatan dan sekitarnya.
"Kemarin kita bersinergi dengan Kasatpol PP Provinsi Bali dalam memantau helikopter yang terlilit tali layangan. Selain itu juga melakukan pemantauan di beberapa wilayah," ucapnya, Selasa (30/7).
Dari hasil pemantauan udara, Satpol PP Badung berhasil menertibkan 3 layangan yang mengudara di langit Kedonganan. Selain diminta untuk menurunkan layangan, petugas juga melakukan pembinaan kepada penerbang layangan terkait.
"Kita berikan pembinaan, karena yang menerbangkan anak-anak. Kita imbau juga kepada orangtua yang bersangkutan," jelasnya.
Baca juga: KASUS Asusila di RSUP Prof Ngoerah Jadi Pelanggaran Berat, Sanksi 2 Dokter Unud Tunggu Berita Acara!
Baca juga: RSUD Bangli Jadi Rumah Sakit Pertama Miliki Fasilitas Isi Ulang Daya Kendaraan Listrik di Bali

Giat tersebut dikomandoi oleh Satpol PP Provinsi Bali yang melibatkan Satpol PP Kabupaten Badung. Pihak provinsi menurunkan sebanyak 7 orang personil ton B, 5 orang PPNS bersama dangki dan wadangki. Sedangkan pihaknya Satpol PP Badung menurunkan BKO Kuta.
"Patroli dilaksanakan pukul 13.00 Wita di kawasan KKOP Kedonganan. Hal itu berkaitan dwngan penegakan Perda Provinsi Bali No 9 th 2000 tentang penaikan layang layang dan sejenisnya," jelasnya.
Disebutkan, tiga layang-layang yang ditertibkan mengudara di Jalan Toyaning, Lingkungan Pasek Kedonganan. Tiga buah layangan tersebut berupa 1 layangan cotek dan 2 layangan burung.
Para penerbang layangan kemudian dijajagi dan diminta menurunkan layangannya karena area tersebut termasuk kawasan bebas dari layangan.
Petugas kemudian memberi pembinaan terhadap yang bersangkutan terkait Perda Nomor 9 th 2000 tentang larangan menaikan layang layang dan permainan sejenisnya di sekitar Bandara I Gusti Ngurah Rai.
15 Armada Helikopter
Sementara itu, Kantor Otoritas Bandara Wilayah (Otban Wil.) IV mencatat ada lima perusahaan yang memiliki AOC (Air Operator Certificate/Sertifikat Operator Pesawat Udara) dan mengoperasikan pesawat udara jenis helikopter di Bali.
"Ada lima operator di Bali, PT Volta Indo Aviasi, Whitesky Aviation, Dabi Air Nusantara, Ersa Eastern Aviation dan PT Sayap Garuda Indah," ujar Kepala Otban Wil.IV, Agustinus Budi Hartono, Selasa 30 Juli 2024.
Dari lima operator perusahaan memiliki AOC jumlah pesawat udara yang beroperasi dan tercatat di Otban Wil. IV berjumlah 15 helikopter.

PT Volta Indo Aviasi memiliki empat armada helikopter, Whitesky Aviation dua armada helikopter yang salah satunya mengalami kecelakaan dan jatuh beberapa waktu lalu, Dabi Air Nusantara memiliki satu armada helikopter, Ersa Eastern Aviation memiliki satu armada helicopter, dan PT Sayap Garuda Indah memiliki tujuh armada helikopter.
Semua AOC diterbitkan oleh Menteri Perhubungan dan dievaluasi Direktur Jenderal Perhubungan Udara. Sebelum memiliki AOC perusahaan yang akan mengoperasikan pesawat udara terlebih dahulu harus memiliki Sertifikat Standar Usaha, baru Air Operation Certificate (AOC) atau Sertifikat Operasi Angkutan Udara dapat diterbitkan.
Dan penerbitan AOC dengan terjadinya peristiwa helikopter terlilit tali layang-layang tidak ada keterkaitan bahwa operator dapat dengan mudah mendapatkan Sertifikat Operasi Angkutan Udara.
"Sisi regulasi kita sudah sangat ketat dalam syarat-syaratnya. Untuk penerbitan AOC itu sudah ketat karena untuk angkutan udara niaga yang tidak berjadwal itu harus punya dua pesawat udara minimal," kata Agustinus.
Saat ini tengah berkembang wisata dengan naik helicopter di Bali. Minat wisatawan untuk tur wisata menggunakan helikopter di Bali cukup tinggi.
Wisatawan tertarik mencoba pengalaman baru ingin melihat keindahan Pulau Bali dari atas di ketinggian dengan menaiki helikopter.
"Penumpang itu kan ingin lihat pemandangan Bali dari atas, kalau terlalu tinggi (di atas 1.000 feet) apa yang dilihat. Sangat banyak diminati, kalau Kamis, Jumat, Sabtu dan Minggu banyak yang minat dan terbang. Diminati karena semua punya segmentasi," ungkap VP. GRC PT. Whitesky Aviation, I Gede Bambang, Sabtu 20 Juli 2024 lalu.
Bahkan dalam satu bulan satu helikopter yang dioperasikannya memiliki jam terbangnya lebih dari 50 jam karena peminat tur wisata helikopter di Bali cukup banyak.
Untuk tur wisata helikopter dari Whitesky Aviation yang ditawarkan di Bali Heli Tour per paket sekali terbang.
"Kita menawarkan paket heli tur mulai dari 10 menit, 15 menit, 30 menit, 45 menit dan 1 jam ada. Mulai dari Rp 5 juta per heli (durasi 10 menit bisa dinaiki 3 penumpang)," imbuhnya. (gus/zae)
Helikopternya Terlilit Tali Layangan di Bali, Volta Pasifik Aviasi: Kiranya Jadi Perhatian Bersama |
![]() |
---|
Koster dan Nyoman Parta Minta Ada Aturan Menaikan Helikopter Wisata di Bali |
![]() |
---|
Pasca Helikopter Terlilit Tali, Tiga Layangan Mengudara di Langit Kedonganan Diturunkan Satpol PP |
![]() |
---|
PASCA Kecelakaan, Otban Wilayah IV Sebut Ada 15 Armada Helikopter di Bali, Dioperasikan 5 Operator! |
![]() |
---|
Kapolsek Kuta Selatan: Diimbau Tidak Bermain Layangan di Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.