Berita Jembrana

Penempatan Pedagang Diundi, Total Tersedia 985 Kios dan Los, Pasar Umum Negara Segera Beroperasi 

Dari total kios dan los tersebut, 4 tempat di antaranya bakal digunakan sebagai promosi daerah seperti memajang produk warga yang tidak memiliki kios

ISTIMEWA
TINJAU - Bupati Jembrana, I Nengah Tamba bersama rombongan meninjau revitalisasi Pasar Pasar Umum Negara, kemarin. 

TRIBUN-BALI.COM - Proyek Pasar Umum Negara di Jembrana bakal segera rampung. Ratusan los dan kios mulai dibagikan ke para pedagang dengan cara pengundian. Total ada 985 kios dan los yang tersedia di pasar berkonsep modern tradisional ini. 

Dari total kios dan los tersebut, 4 tempat di antaranya bakal digunakan sebagai promosi daerah seperti memajang produk warga yang tidak memiliki kios dan los.

Menurut data yang berhasil diperoleh Tribun Bali, Dari jumlah tersebut sebanyak 336 unit los dengan ukuran 2x1,5 meter. 

Baca juga: Idealnya 18 Ribu LPJU Terpasang di Wilayah Karangasem

Baca juga: Aksesibilitas Jadi Kendala Kunjungan Wisman ke Buleleng 

Sementara sisanya adalah kios dengan ukuran mulai dari 2x3 meter, 3x3 meter, serta 3x4 meter. “Hari ini (kemarin) masih kita lakukan pengundian. Semua aspirasi sudah kita tampung,” kata Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan, I Komang Agus Adinata saat dikonfirmasi, (22/8). 

Dia melanjutkan, selama dua hari proses pengundian ini ada juga pedagang yang menginginkan untuk berjualan berjejer atau berdekatan dengan teman bahkan saudaranya. 

Seluruhnya sudah diakomodir untuk memberikan kenyamanan. “Sebagian pedagang juga sudah kita ajak untuk melihat langsung fisik kios dan los yang masih dalam tahap pembangunan tersebut,” jelasnya. 

Adinata menyebutkan, total pedagang eksisting yang memiliki Surat Ketetapan Retribusi (SKR) sebanyak 981 orang. Sehingga, masih tersisa 4 tempat yang rencananya akan digunakan sebagai wadah promosi daerah.

Sementara untuk pedagang yang belum memiliki SKR berjumlah ratusan pedagang yang akan diakomodir di Pasar Ijo Gading. 

“Ada empat tempat yang lebih digunakan untuk promosi daerah seperti menampung produk yang dihasilkan warga yang tidak punya los misalnya hasil karya di BLK kita letakkan di sana untuk dipromosikan,” jelasnya.

Disinggung mengenai adanya selentingan masyarakat bahwa undian ini hanya bersifat settingan, Agus Adinata menegaskan undian tersebut bersifat fair karena mengakomodir semua.

Pihaknya mengaku sudah memperlakukan seadil-adilnya. “Setelah mendapat undian dan tempatnya fix, kemudian didaftarkan untuk penerbitan surat ketetapan penempatan pedagang,” ungkapnya. (mpa)

SKR Boleh Dipindahtangankan

Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Jembrana, I Komang Agus Adinata mengakui SKR tersebut masih bisa dipindahtangankan namun dengan syarat. “Masih dimungkinkan (pindah tangan), dengan catatan masih ada hubungan keluarga sampai derajat kedua,” tandasnya.

Untuk diketahui, Pasar Umum Negara Jembrana direncanakan mulai beroperasi pada September 2024 mendatang. Proyek bernilai Rp143 Miliar tersebut disebutkan bakal menjadi salah satu ikon Kabupaten Jembrana dengan mengedepankan konsep edukasi dan pariwisata.

Bupati Jembrana, I Nengah Tamba kembali meninjau progress revitalisasi Pasar Umum Negara. Ia menegaskan, Selasa (20/8) merupakan kesempatan terakhir untuk melakukan sosialisasi dan inspeksi terhadap perkembangan revitalisasi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved