Berita Buleleng

Anggota Dewan Buleleng Ikut Kawal Kasus Perdagangan Orang di Buleleng 

Kasus dua warga Buleleng yang diduga menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) mendapat tanggapan dari Anggota DPRD Buleleng, Gede Harja

Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
Anggota DPRD Buleleng, Gede Harja tunjukkan video korban diduga TPPO meminta tolong untuk diselamatkan 

"Inilah yang akan kita ungkap melalui jalur hukum. Sebenarnya sindikat ini apakah hanya bergerak di penjualan orang, atau justru dilibatkan ke judi online, atau hal-hal negatif lainnya," kata Harja. 

Soal pemerasan, lanjut Harja, ada pihak-pihak lain yang meminta sejumlah uang pada pihak keluarga, apabila korban ingin dikembalikan kembali. Nominalnya pun tidak main-main, yakni mencapai Rp500 juta.

"Apakah ini masih satu jaringan atau apa, yang jelas hal ini juga perlu dipastikan oleh bapak-bapak di Polres Buleleng," ucapnya. 

Mengenai keberadaan korban saat ini, Harja mengatakan pihaknya belum tahu lokasinya secara pasti.

Tetapi kontak terakhir pada tanggal 6 Agustus, korban berada di sebuah hotel di Malaysia.

"Itu lokasi yang sudah pasti. Saat ini informasinya belum jelas. Ada yang mengatakan posisinya di Thailand ada yang mengatakan di Myanmar," imbuhnya. 

Pria asal Desa Gesing, Kecamatan Banjar ini menyebut ada beberapa penyiksaan yang dialami korban.

Misalnya apabila terlambat kerja, apabila kerja selama 15 jam tidak mencapai target, bahkan para korban tidak digaji. 

"Bahkan dalam video itu sempat minta tolong pada pejabat-pejabat. Seperti pada Pak Jokowi, pada Pak Prabowo minta tolong agar ditangani. Kami dari Gerindra, dari DPR mengawal kasus ini sehingga korban bisa segera diselamatkan dan meminimalisir kejadian ini di kemudian hari," tandasnya. (*)

 

Berita lainnya di Perdagangan Orang

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved