Berita Buleleng

Anggota Dewan Buleleng Ikut Kawal Kasus Perdagangan Orang di Buleleng 

Kasus dua warga Buleleng yang diduga menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) mendapat tanggapan dari Anggota DPRD Buleleng, Gede Harja

Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
Anggota DPRD Buleleng, Gede Harja tunjukkan video korban diduga TPPO meminta tolong untuk diselamatkan 

Anggota Dewan Buleleng Ikut Kawal Kasus Perdagangan Orang di Buleleng 


TRIBUN-BALI.COM, BULELENG - Kasus dua warga Buleleng yang diduga menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) mendapat tanggapan dari Anggota DPRD Buleleng, Gede Harja Astawa.

Pihaknya pun meminta aparat kepolisian bergerak cepat, sehingga para korban bisa segera diselamatkan. 

Harja yang ditemui usai mendampingi laporan dugaan TPPO di Polres Buleleng mengungkapkan, pihaknya menerima keluhan warga yang mana anggota keluarganya diduga menjadi korban TPPO.

Baca juga: Kasus Viral yang Ditangani Polda Bali 2023, Pembukaan Paksa Portal Sumberklampok-TPPO PT MAG Diamond

Di mana ia diiming-imingi bekerja di Thailand dengan biaya murah, dan dijanjikan bekerja di restoran dengan gaji menggiurkan.

Sehingga ia tertarik.

"Korban berangkat menggunakan visa lancong (liburan). Kakak korban terkahir kali komunikasi saat korban masih berada di Malaysia pada tanggal 6 Agustus."

Baca juga: Satgas Sikat Sindikat BP2MI Rumuskan Strategi Berantas Penempatan Ilegal & TPPO, Angka Kasus Darurat

"Namun setelahnya komunikasi terputus. Entah di mana sekarang, hingga kini tidak diketahui lokasinya."

"Terakhir, kakak korban mendapat informasi jika kondisi adiknya memprihatinkan. Ada videonya kok. Bahkan tidak hanya 2 orang saja, namun ada 30 orang dari Indonesia," ungkapnya.  

Harja menegaskan pihaknya akan mengawal kasus ini, dan meminta solusi dari anggota DPRD Buleleng lainnya.

"Kami harap aparat kepolisian bergerak cepat, sehingga korban-korban bisa terselamatkan," kata dia. 

Baca juga: Polres Gianyar Amankan 14 Pelaku pada Operasi Pekat, Curi Motor, Gelar Togel Online, hingga TPPO

Harja yang merupakan ketua DPC Gerindra Buleleng ini mengatakan, pihak yang dilaporkan adalah yang merekrut.

Ia merupakan warga Buleleng. 

Disinggung apakah ada indikasi para korban dijadikan admin judi online, Harja mengatakan ada banyak kemungkinan.

Namun yang jelas pihak keluarga korban sempat mengalami pemerasan. 

Baca juga: Lakukan TPPO Terhadap Ratusan Calon PMI ke Jepang, Akbar Divonis 4 Tahun dan Bayar Restitusi

"Inilah yang akan kita ungkap melalui jalur hukum. Sebenarnya sindikat ini apakah hanya bergerak di penjualan orang, atau justru dilibatkan ke judi online, atau hal-hal negatif lainnya," kata Harja. 

Soal pemerasan, lanjut Harja, ada pihak-pihak lain yang meminta sejumlah uang pada pihak keluarga, apabila korban ingin dikembalikan kembali. Nominalnya pun tidak main-main, yakni mencapai Rp500 juta.

"Apakah ini masih satu jaringan atau apa, yang jelas hal ini juga perlu dipastikan oleh bapak-bapak di Polres Buleleng," ucapnya. 

Mengenai keberadaan korban saat ini, Harja mengatakan pihaknya belum tahu lokasinya secara pasti.

Tetapi kontak terakhir pada tanggal 6 Agustus, korban berada di sebuah hotel di Malaysia.

"Itu lokasi yang sudah pasti. Saat ini informasinya belum jelas. Ada yang mengatakan posisinya di Thailand ada yang mengatakan di Myanmar," imbuhnya. 

Pria asal Desa Gesing, Kecamatan Banjar ini menyebut ada beberapa penyiksaan yang dialami korban.

Misalnya apabila terlambat kerja, apabila kerja selama 15 jam tidak mencapai target, bahkan para korban tidak digaji. 

"Bahkan dalam video itu sempat minta tolong pada pejabat-pejabat. Seperti pada Pak Jokowi, pada Pak Prabowo minta tolong agar ditangani. Kami dari Gerindra, dari DPR mengawal kasus ini sehingga korban bisa segera diselamatkan dan meminimalisir kejadian ini di kemudian hari," tandasnya. (*)

 

Berita lainnya di Perdagangan Orang

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved