Berita Pendidikan
183 Anak Putus Sekolah, 966 Anak di Klungkung Tidak Sekolah, Disdik Sebut Faktor Ekonomi & Kesehatan
Khusus untuk tingkat Sekolah Dasar (SD), di Kabupaten Klungkung terdapat total 133 sekolah SD yang tersebar di 4 kecamatan.
Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM - Sebanyak 966 anak di Kabupaten Klungkung terdata tidak bersekolah. Permasalahan ekonomi hingga kesehatan, menjadi penyebab anak-anak tersebut memutuskan untuk tidak melanjutkan pendidikan.
Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Klungkung, I Ketut Sujana mengungkapkan, angka 966 anak tersebut merupakan akumulasi dari tahun 2021. Jumlah tersebut terdiri dari lulus tidak melanjutkan (LTM) ke jenjang SMA sebanyak 215 orang. Dengan rincian LTM di tingkat SD sebanyak 50 orang. Sementara LTM di tingkat SMP sebanyak 165 orang.
Sedangkan anak yang mengalami drop out (DO) atau berhenti dari proses pendidikan yakni total sebanyak 183 orang. Jumlah tersebut terdiri DO pada tingkat pendidikan SD sebanyak 44 orang, SMP sebanyak 55 orang dan SMA sebanyak 84 orang.
Baca juga: TEGA! Gus Mang Bobol e-Banking Desak Trisna, Teman Kosnya Hingga Rp 70 Juta, Sisakan Cuma Rp5 Juta
Baca juga: Aston Denpasar Hotel Gelar Seminar Pathways to Leadership in Hospitality Bersama Monarch Gianyar
Sementara paling banyak anak belum pernah sekolah (BPS), yakni mencapai 568 orang. Jumlah tersebut terdiri DO pada tingkat pendidikan SD sebanyak 44 orang, SMP sebanyak 55 orang dan SMA sebanyak 84 orang. “Yang jumlahnya paling banyak anak belum pernah sekolah yaitu mencapai 568 orang,” ujar Sujana.
Anak belum pernah sekolah rincianya, usia 7-12 tahun sebanyak 182 orang, usia 13-15 tahun sebanyak 122 orang dan di bawah 15 tahun sebanyak 268 orang. Sujana mengatakan, ada beberapa penyebab anak-anak tersebut memilih tidak bersekolah. Misalnya karena faktor kondisi ekonomi serta alasan kesehatan. “Alasan anak-anak tidak lanjut sekolah, rata-rata karena mereka ingin bekerja,” ungkap dia.
Khusus untuk tingkat Sekolah Dasar (SD), di Kabupaten Klungkung terdapat total 133 sekolah SD yang tersebar di 4 kecamatan. Ada permasalahan menarik pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2024 ini. Sebanyak 4 SD di Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung sama sekali tidak mendapatkan siswa.
Berdasarkan data Disdikpora Kabupaten Klungkung, empat sekolah yang sama sekali tidak mendapatkan siswa adalah SD Negeri 4 Ped, SD Negeri 2 Kutampi, SD Negeri 3 Kutampi, dan SD Negeri 1 Sekartaji. Padahal di sekolah tersebut, masing-masing dapat menampung 28 siswa. (mit)
Upaya Kejar Paket
Kepala Disdikpora Kabupaten Klungkung, I Ketut Sujana menegaskan pihaknya melakukan beberapa upaya telah dilakukan agar anak-anak tersebut menuntaskan pendidikannya. Pihaknya akan mengupayakan kejar paket.
“Sekolah dan dinas sudah berupaya membujuk untuk kembali ke sekolah, tetapi tetap ingin bekerja. Bekerja lebih diutamakan dan juga mengupayakan kejar paket,” ungkap Sujana.
Sebelumnya Penjabat (Pj) Bupati Klungkung, I Nyoman Jendrika memaparkan, di tahun 2021 angka kemiskinan ekstrem di Kabupaten Klungkung tercatat sebesar 1.51 persen, kemudian di tahun 2022 sebesar 0.48 persen dan di tahun 2023 sebesar 0.03 persen.
Untuk di tahun 2024 ini Pemkab Klungkung sangat konsisten dan serius untuk menurunkan angka kemiskinan. Sebelumnya berbagai upaya juga sudah dilakukan dalam mengentaskan kemiskinan, diantaranya dengan peningkatan kemampuan dan pendapatan masyarakat miskin.
Di antaranya melalui program pelatihan SPA sebanyak 20 orang pada April 2024. Serta meminimalkan wilayah kantong kemiskinan, melalui pembangunan sanitasi bagi KK miskin, program angkutan siswa gratis dan memfasilitasi lahan perumahan bagi penerima manfaat berupa 36 rumah deret.
“Strategi penanggulangan kemiskinan inilah yang kita lakukan di Klungkung. Mudah-mudahan dengan upaya ini nantinya bisa mengentaskan angka kemiskinan,” kata Jendrika ketika menghadiri Rapat Koordinasi Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Provinsi Bali Tahun 2024 di ruang rapat Cempaka Bappeda Provinsi Bali pada Rabu (28/8) kemarin. (mit)
Daftar 29 Kampus Negeri dan Swasta di Bali, Buka Program Satu Keluarga Satu Sarjana |
![]() |
---|
Dukung Program Satu Keluarga Satu Sarjana, Undiknas Siap Gelontorkan 100 Beasiswa |
![]() |
---|
60 Ribuan Siswa SMA dan SMK di Bali Dinyatakan Lulus, 5 Orang Siswa SMK Tidak Lulus |
![]() |
---|
Pasca Terungkap Ratusan Siswa Tak Bisa Baca, Kini 182 Siswa SMP di Buleleng Terancam Drop Out |
![]() |
---|
Pemerataan Informasi Pendidikan, Tribun Network dan Ganesha Operation Jalin Kerja Sama |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.