Berita Buleleng

Nama Kapolsek Singaraja Dicatut OTK, Dimanfaatkan Untuk Minta Uang Pada Korban Kebakaran

Nama Kapolsek Singaraja Dicatut OTK, Dimanfaatkan Untuk Minta Uang Pada Korban Kebakaran

istimewa
Nama Kapolsek Singaraja Dicatut OTK, Dimanfaatkan Untuk Minta Uang Pada Korban Kebakaran 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Nama Kapolsek Kota Singaraja dicatut orang tidak dikenal (OTK) untuk memperdaya dan mendapat keuntungan pribadi.

Parahnya, korban merupakan pemilik toko listrik yang usahanya mengalami musibah kebakaran belum lama ini.

Informasi yang dihimpun, korban diperdaya dengan ditawarkan penanganan dengan mendatangkan pihak lab forensik dari Polda Bali.

Baca juga: Soroti Masalah Tenaga Kerja di Denpasar, Paket Abdi Siap Serap Tenaga Kerja Melalui Investasi

Pelaku pun meminta uang senilai Rp 5 juta sebanyak dua kali. Korban yang percaya, tanpa pikir panjang langsung mengamini permintaan pelaku. 

Alhasil, kerugian korban yang sebelumnya mencapai ratusan juta akibat musibah kebakaran, kini bertambah akibat ditipu OTK

Kapolsek Kota Singaraja, Kompol Made Agus Dwi Wirawan mengungkapkan peristiwa itu terjadi sehari pasca musibah kebakaran, yakni pada hari Kamis (12/9/2024) malam.

Baca juga: Wajib Pilah Sampah Mulai 1 Oktober, DLHK Denpasar Siapkan 10 Ribu Tas Pemilah Untuk Masing-Masing RT

Ketika itu korban ditelfon via WhatsApp oleh nomor tidak dikenal, yang mengaku sebagai Kapolsek Kota Singaraja


"Korban dihubungi orang yang mengaku atas nama saya, Kapolsek Singaraja. Kemudian orang tersebut menawarkan penanganan dengan mendatangkan pihak lab forensik dari Polda Bali. Dari situ terjadi beberapa percakapan lewat WA. Kemudian orang yang mengaku sebagai Kapolsek ini meminta bayaran Rp 5 juta dua kali kirim (total Rp 10 juta)," ungkapnya ditemui belum lama ini. 


Pasca melakukan transfer melalui mobile banking, korban kemudian melakukan menghubungi pihak penyidik untuk menanyakan waktu kedatangan lab forensik. Dari penyidik pun menyatakan belum ada surat ke Polda Bali


"Korban kemudian mengatakan dihubungi oleh orang yang mengaku Kapolsek, dan meminta dana untuk pengurusan itu (lab forensik). Dari penyidik pun meminta bukti, dan setelah dikirimkan ternyata bukan nomor saya. Setelah coba kita hubungi, nomor tersebut sudah tidak aktif lagi," katanya.  


Kompol Agus mengatakan, OTK tersebut tidak menggunakan foto profil yang sama dengan dia, melainkan foto HUT Polri ke-79. Atas kejadian ini, Kapolsek menegaskan jika nomornya hanya satu. Pihaknya juga mengimbau pada masyarakat agar tetap berhati-hati jika ada orang yang mengatasnamakan dirinya ataupun orang lain. 


"Tindaklanjut kejadian ini, kami akan melakukan penyelidikan dan berupaya mengungkap siapa pelakunya," tegas Kapolsek. 


Sebelumnya ruko dua lantai bernama UD Jaya Listrik di kawasan Pasar Anyar Buleleng, mengalami musibah kebakaran pada Rabu (11/9/2024) sekitar pukul 20.30 wita. 


Pemadaman api di toko milik Nyoman Rene itu membutuhkan waktu selama 90 menit. Menurut hasil olah TKP dari pihak kepolisian, musibah kebakaran diduga akibat konsleting listrik. 


Kendati tidak ada korban jiwa pada musibah itu. Namun kerugian materiil Nyoman Rene akibat kebakaran ini mencapai Rp 500 juta. (mer)

 

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved