Berita Jembrana
59 Subak di Jembrana Dapat Perbaikan Irigasi, Bantuan Kementerian PUPR Dilaksanakan 3 Tahap!
Politikus asal Desa Kaliakah ini menekankan kepada seluruh pengurus subak untuk berhati-hati dalam penggarapannya nanti.
Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM - Sebanyak 59 subak di Jembrana mendapatkan perbaikan irigasi tahun 2024 ini. Bantuan yang bersumber dari Kementerian Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) ini bakal direalisasikan tiga tahap. Bantuan ini turun atas proposal usulan Bupati Jembrana, I Nengah Tamba ke pemerintah pusat.
Tamba menegaskan, perbaikan saluran irigasi untuk puluhan lokasi Subak ini sebagai bentuk komitmennya akan penguatan sistem irigasi guna mendukung penguatan pangan dan perekonomian masyarakat.
“Astungkara, bantuan ini bisa berjalan dengan lancar dan tentunya dapat bermanfaat untuk subak dalam sistem pengairan di sawah.
Mengingat ini dilakukan secara swakelola, mari jaga semangat gotong royong, semoga bantuan ini dapat berjalan lancar dan tentunya bermanfaat untuk subak di Jembrana,” kata Tamba saat sosialisasi dihadapan pengurus subak se-Jembrana di Rumah Jabatan Bupati Jembrana, Kamis (19/9).
Politikus asal Desa Kaliakah ini menekankan kepada seluruh pengurus subak untuk berhati-hati dalam penggarapannya nanti.
Baca juga: 1.461 Pelamar TMS, Hasil Seleksi Administrasi CPNS di Buleleng, 145 Formasi Pelamar 2.770 Orang
Baca juga: Selama BIAS, Dinas LHK Bali Pakai Jam Buang Sampah, TPA Suwung Batal Ditutup, Konsumsi Avtur Naik

Sebab, bantuan ini akan dieksekusi secara swakelola. “Agar dilakukan secara cermat dan sesuai aturan. Ikuti Juknis (petunjuk teknis)-nya,” pesannya.
Dia melanjutkan, pemerintah juga telah mengusulkan pembuatan embung-embung dan bendungan kecil dari wilayah barat hingga timur di Kabupaten Jembrana untuk mendukung sistem irigasi pada subak ke pemerintah pusat.
“Astungkara, usulan tersebut sudah masuk ke Kementerian. Sesuai rencana tahun depan sudah bisa kita eksekusi. Sekali lagi, sektor pertanian akan menjadi fokus ke depan, mengingat masyarakat di Jembrana mayoritas sebagai petani, baik itu subak kering dan subak basah,” ungkapnya
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Jembrana, I Wayan Sudiarta mengatakan, P3-TGAI adalah program rehabilitasi, peningkatan, atau pembangunan Jaringan Irigasi dengan berbasis peran serta masyarakat petani yang dilaksanakan sendiri oleh P3A, GP3A atau IP3A secara swakelola atau tidak dikontraktualkan.
“Untuk tahun ini, total sebanyak 59 kegiatan perbaikan irigasi, di mana tahap I sebanyak 8, tahap II sebanyak 26, dan nanti menyusul pada tahap III sebanyak 25. Untuk nilai total per kegiatannya sebesar Rp 195 juta per masing-masing subak,” sebutnya. (mpa)
Eks Mantri Bank Diduga Korupsi 1,5 M di Bali, Gelapkan Saldo Mengendap Nasabah hingga Kredit Fiktif |
![]() |
---|
Dua PNS Jembrana Bali Dipecat Tahun Ini, Tersandung Kasus, Semaradani: Bekerja Sesuai Tupoksi |
![]() |
---|
Hanya Puluhan Orang Kunjungi Perpustakaan Daerah Jembrana Setiap Hari, Minim Koleksi Buku |
![]() |
---|
2 ASN Jembrana Dipecat, Satu Orang Tak Pernah Masuk, Satu Orang Tersandung Kasus Hukum |
![]() |
---|
Jembrana Bali Bentuk Tim Khusus Penanggulangan Rabies, Vaksinasi Massal Diharapkan Tekan Kasus |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.