Pilkada Bali 2024

Tim Mulia-PAS: Penyebar Bisa Dijerat UU ITE, Video Anak-anak Ngaku Dapat Uang dari De Gadjah

Gede Harja Astawa menyebut, tim pemenangan menyebut video yang beredar ada unsur kesengajaan untuk menyerang paslon Mulia-PAS.

Tribun Bali/Muhammad Fredey
ANCAM LAPOR - Ketua Tim Pemenangan Mulia-PAS Buleleng, Gede Harja Astawa saat memberi keterangan kepada awak media. Ia mengancam lapor penyebar video anak-anak dapat uang dari De Gadjah. 

TRIBUN-BALI.COM  - Tim Pemenangan Mulia-PAS Buleleng, Gede Harja Astawa akhirnya buka suara terkait video anak-anak mendapat uang Rp 100 ribu. Anak-anak itu mengaku mendapat uang dari Made Muliawan Arya alias De Gadjah.

Gede Harja Astawa menyebut, tim pemenangan menyebut video yang beredar ada unsur kesengajaan untuk menyerang paslon Mulia-PAS. Ia mengungkapkan, acara di Sumberkima, Kecamatan Gerokgak berlangsung pada Jumat 11 Oktober 2024.

Kata dia, justru penyebar video yang terindikasi melanggar UU ITE. Acara itu, kata dia, sejatinya bukan kampanye, melainkan hanya acara magibung atau makan bersama. Setelah acara megibung ada sesi foto-foto. Saat itulah anak-anak tersebut hadir.

"Ini fenomena alam yang tidak dapat dicegah, karena mereka ingin bertemu dengan pak De Gadjah (sapaan akrab Made Muliawan Arya) hingga kemudian diajak foto-foto," jelasnya, Selasa (15/10).

Harja mengaku tidak melihat secara langsung anak-anak itu menerima uang dari De Gadjah. Namun menurutnya pemberian tersebut merupakan spontanitas dari De Gadjah untuk anak-anak.

Baca juga: Proyek Kabel Bawah Tanah Mundur ke 2025, Sekarang Sedang Penyempurnaan Studi Kelayakan

Baca juga: 65 Juta UMKM Indonesia Didominasi Perempuan, Bintang Puspayoga Harapkan SVF Kian Ramah Wanita & Anak

Baca juga: POLEMIK Kembang Api, Finns Berlindung di Balik Izin, Nyoman Parta: Hormati Tempat Kalian Cari Cuan!

RESMIKAN POSKO - Made Muliawan Arya dan Putu Agus Suradnyana saat ditemui usai peresmian Posko Pemenangan di Tangguwisia, Kecamatan Seririt, Buleleng, Senin 30 September 2024 - De Gadjah Pastikan Tidak Omon-omon, Perintah Prabowo, Mulia-PAS: Bangun Bandara Selesai Urusan
RESMIKAN POSKO - Made Muliawan Arya dan Putu Agus Suradnyana saat ditemui usai peresmian Posko Pemenangan di Tangguwisia, Kecamatan Seririt, Buleleng, Senin 30 September 2024 - De Gadjah Pastikan Tidak Omon-omon, Perintah Prabowo, Mulia-PAS: Bangun Bandara Selesai Urusan (Tribun Bali/Muhammad Fredey)

"Mungkin karena dikasih (uang) anak ini kan rasa syukurnya ada. Adalah apakah itu penyusup atau apa, ini yang dieksploitasi seolah-olah ada agenda yang mengarah ke money politics," ucapnya.

Harja mengaku sudah melihat video viral berdurasi 14 detik tersebut. Ia menilai, ada unsur kesengajaan mengarahkan anak-anak menjawab siapa yang memberikan uang sehingga muncul persepsi seolah-olah money politic.

"Ketika saya lihat ini sengaja diarahkan begitu. Padahal anak-anak itu kan tulus, polos, ingin ketemu dengan idolanya (De Gadjah), kemudian dikasih sesuatu sehingga dia gembira," ujarnya.

Harja menegaskan, tim kampanye meyakini tidak ada unsur money politics saat De Gadjah memberi uang. Ia klaim tidak ada niat demikian. Kalau bicara money politics, toh anak-anak belum punya hak untuk memilih.

"Niat nggak ada, hanya spontanitas ada rasa kedekatan dengan anak-anak. Gimana kita bisa melarang seperti anak dekat dengan bapaknya. Dan yang mengidolakan pak de Gadjah itu tidak terbatas pada usia tua-muda, anak-anak juga (mengidolakan)," jelasnya.

Harja menyontohkan saat kampanye di Desa Sangsit, Kecamatan Sawan, ada anak-anak yang menunggu di dekat lokasi kampanye, yang setelah dia tanya mereka mengaku menunggu De Gadjah.

"Padahal mereka masih anak-anak, tidak ngerti politik, dan tidak punya hak untuk memilih. Tapi ada rasa kebanggaan ketika dapat salaman, ada rasa kebanggaan ketika dapat foto. Itu saja intinya," ucap dia.

Terkait video yang viral, Harja mengaku pihaknya telah melakukan koordinasi dengan tim hukum. Menurut tim hukum, justru yang membuat konten dan menyebarkan video yang terindikasi UU ITE.

"Tapi kami sudah mempelajari dari sisi hukumnya, setidaknya mungkin di awal kami somasi dulu lah. Ini tim hukum kami akan bicara khusus tentang kasus hukumnya. Yang jelas itu narasinya sengaja untuk menjatuhkan kami," tandas dia.

Video berdurasi 14 detik yang diunggah oleh akun bernama Lamunan itu dengan cepat viral. Terbukti sejak diunggah pada Sabtu 12 Oktober 2024, hingga kini sudah diputar sebanyak 22,8 ribu kali.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved