Pilkada Bali 2024
BUNTUT Wakili Istri Mencoblos, KPU Gianyar Gelar PSU di TPS 1 Tulikup! Pilkada Bali Gak Capai Target
Pantauan Tribun Bali, pemilihan yang digelar di bale banjar itu mendapatkan pengawalan ketat dari aparat kepolisian.
“Seharusnya masyarakat sudah bisa beraktivitas seperti biasa, dan hanya tinggal menunggu hasil pemilu kemarin. Tetapi karena kesalahan satu orang, semua harus kembali meluangkan waktunya ke TPS, tentu hal ini merugikan banyak pihak. Mudah-mudahan ke depan hal seperti ini tidak terulang kembali,” ujarnya.
Hartawan menambahkan untuk PSU Pilkada 2024 ini, hanya dilaksanakan TPS 1 Tulikup. “Hanya di sini (TPS 1 Tulikup) kita temukan pelanggaran yang mengharuskan kita melakukan PSU, di TPS lainnya, khususnya di Kabupaten Gianyar tidak ada lagi,” tandasnya.

Sementara itu, di Kabupaten Jembrana partisipasi masyarakat (Parmas) pada Pilkada 2024 justru menurun dibanding sebelumnya. Pilkada 2024 ini, Parmas di angka 71,26 persen dari sebelumnya mencapai 77,8%.
Untuk Pilkada Bali mencapai 71,26%, sedangkan Pilkada Bupati Jembrana sekitar 71,23%. Untuk Parmas yang paling rendah dari 5 kecamatan di Kabupaten Jembrana terjadi di Kecamatan Melaya yakni 68%. Sedangkan yang tertinggi di Kecamatan Pekutatan mencapai 74%.
Dari hitungan sementara untuk Pilkada Jembrana, pasangan calon (Paslon) I Nengah Tamba-I Made Suardana (Tamba Dana) meraih sekitar 65 ribu suara.
Sedangkan Paslon I Made Kembang Hartawan-I Gede Ngurah Patriana Krisna (Bang Ipat) mendulang 105 ribu lebih suara. Jumlah hak pilih yang tidak digunakan sebanyak 70 ribu lebih suara.
Ketua KPU Jembrana, I Ketut Adi Sanjaya mengatakan, secara umum pelaksanaan Pilkada 2024 berlangsung aman dan damai.
Namun begitu, tingkat Parmas pada Pilkada kali ini menurun dibandingkan sebelumnya dan tidak mencapai target 80%. “Targetnya 80%, tetapi hanya tercapai 71,26%. Jadi tidak tercapai target yang dari provinsi maupun di kita,” ungkap Adi Sanjaya saat dikonfirmasi, Selasa (3/12).
Sedangkan berdasarkan hasil hitung sementara, tingkat partisipasi masyarakat di Kabupaten Buleleng dalam Pilkada Bali 2024 belum bisa menembus angka 70%.
Bahkan tingkat partisipasi di Buleleng dalam Pilkada 2024 turun dibandingkan Pemilu 2024. Berdasarkan hasil sementara, tingkat partisipasi di Kabupaten Buleleng pada Pilkada Bali 2024, hanya sebanyak 64,7%. Jumlah ini justru mengalami penurunan dibandingkan dengan Pemilu 2024, yakni 75,3%.
Komisioner KPU Buleleng, Komang Dudhi Udiyana mengatakan, berdasarkan data sementara partisipasi terendah di tingkat Kecamatan ada di Kecamatan Kubutambahan dengan angka 56,3%. Sedangkan partispasi tertinggi berada di Kecamatan Gerokgak dengan angka 67%.
“Angka tersebut (64,7 persen) masih bersifat sementara. Nanti setelah semua kecamatan selesai rekapitulasi, baru diketahui angka percisnya berapa. Karena partisipasi pemilih itu akan berada yang hadir di DPT ditambah DPK, atau sekarang namanya Daftar Pemilih Tambahan,” jelasnya.
Sementara di Kabupaten Klungkung tingkat Parmas dalam Pilkada 2024 belum memenuhi target yang telah ditetapkan oleh KPU Kabupaten Klungkung. Pada Pilkada Bali, partisipasi pemilih hanya mencapai 73,48%, sedangkan pada Pilkada Klungkung sebesar 73,45%.
Angka ini berada di bawah target yang ditetapkan KPU Kabupaten Klungkung, yaitu sebesar 78%. Bahkan, target partisipasi untuk pemilihan gubernur dan wakil gubernur Bali yang ditetapkan KPU Klungkung lebih tinggi dari target KPU Provinsi Bali sebesar 75%.
Angka Golput di Bali
Ditetapkan Sebagai Paslon Terpilih, Jaya-Wibawa Akan Rangkul Paslon Abdi Bangun Denpasar |
![]() |
---|
Sutjidra - Supriatna Ditetapkan Sebagai Bupati dan Wakil Bupati Terpilih Kabupaten Buleleng 2024 |
![]() |
---|
Adi-Cipta Tak Hadir Saat KPU Tetapkan Bupati dan Wakil Bupati Badung Terpilih |
![]() |
---|
KPU Tetapkan Pemenang Pilkada Serentak 2024, Agus Mahayastra Absen, Tagel Siap Hadir |
![]() |
---|
Besok, KPU Gianyar Tetapkan Agus Mahayastra dan AA Gede Mayun Sebagai Pemenang Pemilu 2024 |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.