Berita Denpasar

Denpasar dan Badung Sumbangkan Angka Tertinggi HIV/AIDS di Bali, Paling Tinggi Usia 20–29 Tahun

Denpasar dan Badung Sumbangkan Angka Tertinggi HIV/AIDS di Bali, Paling Tinggi Usia 20–29 Tahun

suryamalang
ILUSTRASI. 

 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Dinas Kesehatan Provinsi Bali keluarkan data kumulatif jumlah kasus HIV/AIDS di Bali sejak 1987 hingga September 2024.

Dari data tersebut, Dinkes mencatat terdapat 31.361 kasus, terdiri atas 19.589 kasus HIV dan 11.772 kasus AIDS

Berdasarkan jenis kelamin, perempuan tercatat sebanyak 11.317 kasus dan laki-laki 20.044 kasus.

Baca juga: SELAMAT JALAN Ni Putu, Gadis Belia Teriak Lalu Meninggal di Klungkung, Setrika Tertempel di Leher

Untuk usia, temuan terbesar berada pada kelompok usia 20–29 tahun (11.401 kasus), diikuti usia 30–39 tahun (10.578 kasus), dan usia 40–49 tahun (5.074 kasus).

Lima kabupaten atau kota dengan kasus terbanyak adalah Denpasar (16.216 kasus), Badung (4.562 kasus), Buleleng (3.863 kasus), Gianyar (2.478 kasus) dan Tabanan (1.392 kasus).

Baca juga: PENGGEREBEKAN! Polres Buleleng Target 1 Keluarga, Suami dan Anak Kabur, Istri pun Dikerangkeng

Menanggapi hal tersebut, Pj Gubernur Bali, Sang Made Mahendra Putra menyampaikan bahwa upaya penanggulangan AIDS membutuhkan lingkungan yang kondusif agar pelaksanaannya dapat berjalan harmonis dan produktif. 

Sikap empati dan simpati terhadap ODHIV perlu ditunjukkan secara tulus agar mereka merasa diterima, lebih kooperatif dalam berinteraksi sosial, serta bebas dari rasa putus asa, stigma, dan diskriminasi.

Pentingnya pendekatan inklusif dalam pemenuhan hak-hak individu, termasuk akses layanan kesehatan tanpa stigma dan diskriminasi.

“Implikasi dari sikap empati ini akan mendorong ODHIV menjadi agen pencegahan, bukan sebagai agen penularan seperti yang dikhawatirkan banyak pihak,” jelas, Mahendra Jaya pada, Selasa 3 Desember 2024.

Selain itu, Mahendra Jaya juga menambahkan berperilaku hidup sehat untuk menghindari infeksi HIV/AIDS adalah hal yang sangat penting.

Sebab, sekali virus HIV masuk ke dalam tubuh, penularannya akan terus berlanjut pada generasi berikutnya.

Sebanyak 70 persen dari total kasus terjadi melalui hubungan seks berisiko, baik heteroseksual maupun homoseksual, serta melalui air susu ibu positif HIV kepada bayinya.

Selain itu, HIV/AIDS juga ditularkan melalui penggunaan jarum suntik tercemar HIV, yang banyak ditemukan pada pecandu narkoba suntik (penasun).

“Saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk melaksanakan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) melalui pendekatan keluarga secara disiplin dan bertanggung jawab. Setiap individu diharapkan menjauhi perilaku berisiko, menghindari narkoba, serta berani berkata Tidak pada narkoba (Say No to Drugs),” imbuhnya. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved