Banjir di Bali

BANJIR di Jalan Bumi Ayu Sanur Denpasar, 4 Wisman Dievakuasi dengan Boat

Kawasan Jalan Bumi Ayu Sanur, Denpasar, Bali, selalu menjadi langganan banjir saat musim hujan.

ISTIMEWA
EVAKUASI – Petugas BPBD Kota Denpasar melakukan evakuasi wisatawan di Jalan Bumi Ayu Sanur Denpasar, kemarin. 

TRIBUN-BALI.COM  - Kawasan Jalan Bumi Ayu Sanur, Kota Denpasar selalu menjadi langganan banjir saat musim hujan. Seperti halnya pada Rabu (25/12) sejak pagi hingga siang, kawasan ini juga dilanda banjir. Banjir ini terjadi diakibatkan tingginya intensitas hujan yang terjadi sejak pagi hingga siang.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Denpasar, IB Joni Ariwibawa mengatakan pihaknya menerjunkan perahu karet untuk membantu evakuasi warga yang terdampak banjir.

Bahkan menurutnya, ada 4 wisatawan mancanegara atau Wisman yang dievakuasi. “Sebanyak 4 wisman check out dari vila di Jalan Bumi Ayu, kami bantu dengan perahu karet,” katanya.

Baca juga: ROBOH Bale Pesandekan di TPS Organik Desa Mengwi, 9 Korban Dilarikan ke RSUP Prof Ngoerah Bali

Baca juga: TRAGEDI Kecelakaan di Buleleng Tewaskan Faiqurridwan, Tabrakan 2 Sepeda Motor Tak Terhindarkan 


EVAKUASI – Petugas BPBD Kota Denpasar melakukan evakuasi wisatawan di Jalan Bumi Ayu Sanur Denpasar, kemarin.
EVAKUASI – Petugas BPBD Kota Denpasar melakukan evakuasi wisatawan di Jalan Bumi Ayu Sanur Denpasar, kemarin. (ISTIMEWA)

Ia menambahkan, proses evakuasi dilaksanakan pada pukul 10.30 Wita. Selain itu, pihaknya juga membantu warga yang melakukan aktivitas di kawasan tersebut.

Sedangkan untuk ketinggian banjir tersebut setinggi lutut orang dewasa. “Untuk penyedotan banjir langsung ditangani dengan menggunakan pompa PUPR (Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat),” paparnya.

Sementara itu, Dinas PUPR Kota Denpasar melalui Bidang Sumber Daya Air (SDA) melakukan pemetaan terhadap titik yang kerap menjadi langganan banjir maupun genangan saat musim hujan.

Dan jika turun hujan deras, titik-titik tersebut langsung diatensi. Bahkan kawasan tersebut terus dipantau termasuk terkait dengan sumbatan dari saluran air.

Apalagi akhir tahun 2024 hingga awal tahun 2025 nanti, merupakan musim penghujan termasuk di Denpasar. Hal itu diungkapkan oleh Kabid SDA PUPR Kota Denpasar, Gandi Dananjaya Suarka.

“Kami petakan titik-titik genangan atau banjir di 4 kecamatan di Denpasar. Saat turun hujan langsung kami atensi,” paparnya.

Adapun sebaran titik-titik banjir atau pun genangan ini yakni di Denpasar Utara di kawasan Jalan Tunjung Tutur dan Jalan Ahmad Yani. “Biasanya di sini banyak sampah yang menyumbat saluran air sehingga air naik, juga sedimentasi kami keruk,” paparnya.

Lalu untuk Denpasar Timur yakni di kawasan Jalan Padma, dan Jalan Siulan. Titik terbanyak menurutnya berada di wilayah Denpasar selatan seperti kawasan Bumi Ayu, Pemogan, dan beberapa wilayah di Pedungan. Dan untuk kawasan Denpasar Barat yang diantensi khusus yakni Jalan Gunung Salak dan Jalan Pura Demak.

Gandhi menambahkan, penyebab banjir di Denpasar yakni penyempitan saluran air, pendangkalan, sumbatan sampah dan juga kerusakan drainase.

Kebanyakan dikarenakan adanya sampah yang dibuang sembarangan atau pun limbah rumah tangga serta usaha yang dibuang ke saluran air. “Kebanyakan penyebab banjir itu rata-rata penyumbatan sampah dan pengendapan limbah rumah tangga atau usaha yang dibuang ke saluran air,” paparnya.

Untuk antisipasi banjir tersebut, pihaknya semakin genjar menerjunkan petugas. Wilayah Denpasar dibagi menjadi 5 titik, dan masing-masing titik, sebanyak 15 petugas dari pasukan biru PUPR diterjunkan. (sup)

 

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved