Berita Bali

ISU SAMPAH Belum Tuntas, PJ Gubernur Bali Sebut Termasuk 5 Isu Utama Tantangan Bali di Tahun 2025

Lebih lanjutnya Mahendra mengatakan termasuk juga tata kota keindahan dan di dalamnya harus terdapat drainase yang bagus.

TRIBUN BALI/ZAENAL NUR ARIFIN
TUMPUKAN SAMPAH – Wisatawan berjalan di samping tumpukan sampah di pesisir Pantai Kuta, Kabupaten Badung, Kamis (26/12). Inzet: Kondisi Pantai Kedonganan yang dipenuhi sampah plastik. 

Pada current issue ketiga, Mahendra Jaya menekankan ketimpangan pembangunan antarwilayah. Target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten/Kota se-Bali pada Tahun Anggaran 2024 menunjukkan kesenjangan signifikan. 

Kabupaten Badung mencatat target PAD tertinggi sebesar Rp 10,2 triliun, disusul Kabupaten Gianyar Rp 1,76 triliun. Sementara Kabupaten Jembrana hanya mematok target PAD Rp 205,6 miliar. 

Ketergantungan Bali pada sektor pariwisata menimbulkan persoalan seperti alih fungsi lahan, kemacetan, kebersihan, dan sistem drainase yang tidak memadai.

Sementara terkait current issue keempat tentang penguatan budaya, tantangan seperti globalisasi dan komersialisasi budaya menjadi sorotan.

Upaya Pemprov Bali antara lain memasukkan materi budaya lokal dalam kurikulum, mendorong desa wisata berkualitas, dan memperkuat peran Majelis Kebudayaan Bali. Namun, ia menegaskan perlunya kerja sama semua pihak.

Terakhir, berkaitan dengan persoalan SDM, ia mengutip data BPS Bali yang menyebut 70% penduduk Bali adalah kelompok usia produktif dengan rasio ketergantungan 42,2%. “Bonus demografi ini hal yang baik. 

Bayangkan jika penduduk non-produktif lebih banyak daripada produktif. Ini tantangan besar,” urainya. 
Bicara dengan Koster

Lebih jauh Mahendra Jaya mengungkapkan, kegiatan pemerintahan dan pembangunan di Bali, termasuk dua agenda besar yaitu Pemilu dan Pilkada Serentak 2024 telah berjalan aman, lancar, dan demokratis.

Untuk itu, ia menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Bali, para tokoh, dan segenap stakeholder terkait yang telah berkontribusi dalam menyukseskan agenda pemerintahan dan pembangunan dengan menjaga situasi Bali tetap kondusif. 

Dalam pelaksanaan Pilkada Serentak, masyarakat telah memilih tokoh yang paling diinginkan untuk memimpin Bali. “Mari kita lupakan berbagai perbedaan. Kita berikhtiar bersama-sama mendukung dengan sepenuh hati pemimpin Bali terpilih agar dapat melaksanakan amanah yang diberikan dengan baik,” ajaknya.

Mahendra Jaya mengatakan telah berkomunikasi dengan Gubernur Bali terpilih Wayan Koster setelah Pilkada Bali kemarin. Mahendra mengaku sering mengobrol dengan Koster. “Oh iya, saya selalu ngobrol sama beliau (Wayan Koster). Saya sering ngobrol sama beliau. Ya banyak hal,” jelas Mahendra Jaya

Ia juga menegaskan posisinya menjadi Pj. Gubernur Bali hanya mengisi kekosongan sementara sebelum pejabat definitif terpilih. “Saya di sini hanya sementara mengisi kekosongan sebelum terpilih pejabat definitif. 

Saya isi kekokosongan dan sekarang sudah terpilih, jadi tinggal tunggu pelantikan saja, tidak ada persoalan,” imbuhnya. 

Ketika ditanya, apa tantangan terberatnya selama menjadi PJ Gubernur selama kurang lebih 1,5 tahun, Mahendra Jaya mengatakan tidak ada persoalan yang berat. “Sementara ini astungkara semua teman-teman dengan ikhlas membantu. Itu yang berat menjadi ringan, khan? Nggak ada persoalan yang berat,” jelasnya. 

Mahendra Jaya juga memberi penghargaan Bhawana Sewaka Nugraha bagi penggiat lingkungan dan Janahita Sewaka Nugraha kepada penggiat kesejahteraan sosial. 

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved