Berita Buleleng

Polres Buleleng Ungkap 103 Kasus Narkotika Sepanjang 2024, Akui Punya Peta Jaringan Pengedar Narkoba

pihaknya terus meningkatkan upaya penyelidikan dan pengungkapan terhadap pelaku, sindikat maupun jaringan di setiap kecamatan. 

Tribun Bali/Muhammad Fredey
Kapolres Buleleng AKBP Ida Bagus Widwan - Polres Buleleng Ungkap 103 Kasus Narkotika Sepanjang 2024, Akui Punya Peta Jaringan Pengedar Narkoba 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Sepanjang tahun 2024, Polres Buleleng telah mengungkap 103 kasus penyalahgunaan narkoba. 

Dari jumlah kasus tersebut, setidaknya 140 orang mulai dari pengedar hingga pengguna berhasil dibekuk. 

Kapolres Buleleng, AKBP Ida Bagus Widwan Sutadi menegaskan, jika pihaknya berkomitmen memprioritaskan perkara-perkara ataupun jenis kasus yang meresahkan masyarakat. 

Salah satunya narkoba. Sebab kasus ini dinilai menimbulkan perkara-perkara lain.

Baca juga: WASPADAI Pabrik Narkoba di Klungkung, Angka Pengguna Naik Drastis 

"Makanya saya tekan betul. Kami Polres Buleleng komitmen akan kasus-kasus meresahkan. Terbukti tindak pidana umum mulai menurun. Karena sumber penyakitnya adalah narkoba. Seperti maling pratima, curanmor, setiap pelakunya tertangkap pasti positif narkoba," jelasnya, Senin 30 Desember 2024.

Lanjut Kapolres, dari keseluruhan kasus narkoba yang telah terungkap, pihaknya mengamankan total barang bukti sabu-sabu 1.184 gram netto dan 423 butir ekstasi. 

"Dari seluruhnya, 75 kasus sudah dilimpahkan ke kejaksaan, sedangkan sisanya dalam proses," ungkapnya. 

Kapolres mengatakan, pihaknya terus meningkatkan upaya penyelidikan dan pengungkapan terhadap pelaku, sindikat maupun jaringan di setiap kecamatan. 

Tak hanya itu, Kapolres bahkan mengaku sudah melakukan pemetaan terhadap jaringan pengedar narkoba. 

"Sebagian besar ada di wilayah Desa Sidatapa, Kecamatan Banjar; di Kecamatan Gerokgak, Sukasada dan Kecamatan Tejakula," bebernya. 

Pihaknya juga terus melakukan upaya koordinasi dengan Unit Cyber Crime Polda Bali untuk mengungkap jaringan yang lebih besar, melalui pemanfaatan teknologi informatika (IT). 

"Selain itu, kami juga melakukan penyuluhan ke sekolah-sekolah karena ada beberapa korban penyalahgunaan narkoba dari anak sekolah," ujarnya. 

AKBP Widwan mengatakan, sumber narkoba berasal dari luar Buleleng. Seperti Surabaya, Lamongan, hingga Denpasar. 

Dari beberapa kasus yang telah diungkap, pihaknya juga akan melakukan pemetaan lokasi para bandar. 

"Yang beredar di sini (Buleleng) setelah sampai akan dipecah lalu dibagi-bagi. Seperti di Desa Sidatapa, mereka biasanya beli kolektif patungan. Nanti dikirim dari Jawa ke Surabaya, setelahnya ada kurir yang mengambil lalu dipecah ke apotek-apotek narkoba," ujarnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved