Berita Karangasem

KRONOLOGI Pria di Karangasem Sakit Gigi Berujung Tewas, Mengorok Jadi Sorotan

KRONOLOGI Pria di Karangasem Sakit Gigi Berujung Tewas, Mengorok Jadi Sorotan

ISTIMEWA
Polisi olah TKP di lokasi Syahputra ditemukan tidak bernyawa, Jumat (24/1/2025). 

TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Nasib naas dialami pria di Karangasem, korban meninggal dunia setelah menkonsumsi obat penghilang rasa sakit karena sakit gigi.

Korban yang meninggal dunia di Karangasem tersebut berasal dari Riau bernama Dimas Syahputra Saragih (21).

Dimas ditemukan meninggal dunia di sebuah ruko di Lingkungan Subagan, Karangasem, Jumat (24/1/2025).

Baca juga: KRONOLOGI Kecelakaan Tragis di Kedonganan Bali, 2 Orang Tewas di TKP, Cedera Kepala Berat

Sebelum meninggal dunia, pria yang sehari-hari bekerja sebagai teknisi wifi itu mengeluh sakit gigi dan minum obat penghilang rasa sakit.

Kasi Humas Polres Karangasem, Iptu I Gede Sukadana menjelaskan, Syahputra ditemukan meninggal oleh teman-temannya sesama pekerja teknisi wifi

Korban diketahui masih sadar pada Jumat (24/1/2025) dini hari sekitar Pukul 02.00 Wita.

Baca juga: Ayah Tewas di Tangan Sang Anak, 17 Tebasan di Dada dan Perut, Motif Pembunuhan Masih Misteri

"Pukul 02.00 Wita, teman-temannya melihat korban (Syahputra) masih sadar bermain game," ungkap Sukadana, Jumat (24/1/2025).

Lalu para teknisi wifi ini tidur dan sekitar pukul 04.00 Wita, seorang temannya terbangun karena Syahputra mengorok

Bahkan temannya itu sempat menggoyangkan tubuh Syahputra agar berhenti mengorok.

Namun ia tidak kunjung terbangun.

Hingga menjelang siang, tepatnya sekitar pukul 10.00 wita, beberapa rekan teknisi wifi korban sudah bangun dan lanjut melaksanakan absen kerja.

Hanya Syahputra saja yang belum bangun untuk absen.

Rekannya kemudian bermaksud untuk membangunkan pria asal Riau tersebut yang terlihat masih tidur.

Setelah berusaha dibangunkan berulang kali, Syahputra tidak kunjung bangun.

Rekannya kemudian mengecek detak jantung korban dengan menempelkan telinga ke dada Syahputra.

Bertapa kagetnya, karena rekannya tersebut tidak mendengar detak jantung pada dada Syahputra.

Sedangkan saat dipegang tubuh Syaputra sudah dingin.

"Ada dugaan karena alergi obat, karena sebelummya korban ini sempat mengeluh sakit gigi kepada rekannya.

Nah didekat tempat tidur korban juga ditemukan obat kata petugas medis itu obat anti nyeri (obat penghilang rasa sakit) yang diduga sempat dikonsumsi sebelummya," kata Sukadana. 

Dokter sempat melakukan pemeriksaan terhadap tubuh Syahputra.

Diduga ia meninggal karena alergi obat (syok anafelaktif ).

Selain itu pada tubuh Syahputra juga tidak ada luka atau adanya bekas kekerasan.

"Jenazah dititip di RSUD Karangasem dan rencananya akan diambil oleh pihak keluarga yang juga tinggal di Bali," ungkap dia. (mit)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved